Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman

Standar

Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh suatu polimer karbon bernama “plastik”.

Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari barang-barang di kamar kita yang terbuat dari plastik. Sambil mandi, kita akan berterima kasih atas penemuan “gayung” plastik yang sangat berguna. Pada akhirnya badan kita pun dibalut pakaian trendi berbahan polyester. Bayangkan saat sarapan, belanja, masak, bikin tugas sekolah, menyiram tamanan, bahkan duduk pun kemungkinan Anda di atas kursi plastik. Tidak terbayang bukan berapa jenis dan banyaknya jumpah plastik yang terpakai?

Tentunya semua plastik itu suatu saat akan disingkirkan ke tempat sampah. Berdasarkan penelitian saya tahun 2008 lalu, sebuah kota berkembang di Jawa Barat menimbulkan 1,13 ton/hari sampah plastik atau setara dengan 15,8% dari total sampah kota tersebut. Dan hanya kurang dari 3% yang selama ini didaur ulang oleh orang-orang hebat berinisiatif. Bayangkanlah, jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA selama sebulan, setahun, sedasawarsa… Ngeri ngga, tuh?

Sampah platik yang jumlahnya besar itu, ternyata didominasi oleh 32,25% kantung plastik (kresek). Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik jenis lain dalam persentase yang lebih kecil. Fakta ini membawa kita pada suatu tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap sampah plastik terutama kantung plastik yang kerap menjadi favorit kita saat berbelanja. Kita sebagai pengguna, bertanggung jawab secara pribadi terhadap sampah yang kita buang. Meskipun sebenarnya produsen pun harusnya punya andil lebih besar. Pasti ada yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan hanya berkeluh kesah dan menyalahkan pemerintah karena tidak becus menangani masalah sampah.

Mulai dari sekarang kurangilah penggunaan kantung plastik. Mungkin kita tidak bisa menerapkannya sekaligus tetapi secara bertahap. Mulailah membawa kantung/keranjang belanja sendiri dari bahan kain belacu, karung, kain bekas atau sebagainya. Kelihatannya sepele, bagaimana mungkin satu orang akan membuat dampak yang berarti. Percayalah, semua itikad baik akan dihargai dan diikuti pada akhirnya. Dan kantung plastik akan segera ketinggalan zaman, out of date

Bagaimana menurutmu, teman?

6 responses »

  1. tapi banyak faktor yang mempengaruhi pegawai pabrik plastik semua sudah diatur dengan kelas masing dimna ada masalh disitu ada kebutuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s