Abi Bersajak

Standar

Lucu juga bagaimana kita menilai orang yang umumnya berawal dari penampilan luar. Tetapi setelah itu, diri kita sering kali dihadapkan pada kenyataan bahwa orang yang telah dengan kejamnya kita nilai ternyata berbeda dengan persepsi kita. Kadang lebih baik, atau bahkan lebih buruk.

Mestinya aku ini minta maaf juga sama abi. Soalnya dulu ‘umi’ merasa tidak ada bakat2 sastra dalam guratan wajah abi, hehehe. Tapi ternyata, setelah koleksi puisi abi yang bak harta karun terpendam ditemukan, aku menyadari bahwa penilaian dahulu sangat subyektif. Abi ini berbakat dalam mengolah kata. Jumlah puisinya yang berhasil disidak kemarin mungkin sudah cukup untuk dibuat dalam satu buku.

Nah, untuk teman2 yang penasaran. Ini ada beberapa puisinya abi waktu abi masih dipesantrenin dulu. Bukan yang terbagus, sih. Tapi ini termasuk puisinya yang pendek, jadi bisa di posting dengan kilat. Kata2nya kocak, sok filosofis, mengungkapkan hal lucu tapi ironis… Karya yang lumayan menghibur.

Ini adalah puisi karya Rama Agusta a.k.a Abi. Boleh2 aja minjem (ngopy-paste) karyanya gratis, tapi harus izin
dulu ke orangnya di: ramaagusta@gmail.com atau rama_syamsudin@yahoo.co.id

Bola-bola, bola-bola

(rama)

Hidup ini bagaikan bola

Bunder… tak ada tepi kecuali

Kalau kempes atau bocor

Pernah tau namanya sepak bola

Kita adalah pemainnya, sedang bola adalah harapan

Bola-bola, bola-bola

Bola bunder…

Bumi oval…

Hidup lingkaran…

Mati… Akhiran…

(rama)


Seandainya kalau kamu mau sama aku

Seandainya aku menjagamu penuh

Seandainya kamu tahu penjagaanku

Seandainya aku menjaga rahasiamu

Seandainya kita sama-sama mau koreksi

Seandainya kalian tidak merebutmu dariku

Seandainya kita tahu akibat dari semua ini

Seandainya, seandainya, andai, andai

*Sorry, agamaku melarang berandai-andai!*

(rama)


Busyet!

Jangan kau gantung aku…

Hanya karena kulupa mengecupmu

Kau kan sudah tahu, waktu itu kuterburu-buru

Karena… ada (“sorry”) sephia-ku

Yang udah nunggu termangu

Jangan kau bakar aku

Hanya karena kau liat aku

Jalan dengan si anu…

Padahal kalau aku

jujur padamu…

Kau itu

Nomer ketujuh

Di hatiku…

Jadi, wajar aja kalau

Aku jalan sama… sama…

Melisa, Yeni, Lani, Mila, Denida dan Ani

Tapi kamu santai aja

Karena masih ada yang kedelapan, sembilan dan sepuluh

Oke…?!

(rama)


Ini adalah puisi karya Rama Agusta a.k.a Abi. Boleh2 aja minjem (ngopy-paste) karyanya gratis, tapi harus izin dulu ke orangnya di: ramaagusta@gmail.com atau rama_syamsudin@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s