Jenis Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari

Standar

Saat ini plastik menjadi perbincangan hangat di seluruh penjuru bumi. Dari mulai bahannya yang sulit terurai sampai dengan racun yang dapat mengkontaminasi makanan atau minuman yang diwadahinya. Tapi sebenarnya plastik itu apa sih? Dan jenis-jenis plastik yang umum digunakan seperti apa? Berikut ini adalah cuplikan studi pustaka tugas akhir aku yang kemarin baru selesai tentang sampah plastik.

Bahan plastik merupakan materi yang terbentuk dari berbagai macam polimer dengan komposisi kimia dan struktur fisik yang berbeda-beda (Staudinger, 1974). Polimer-polimer ini adalah senyawa karbon yang berikatan dengan unsur hidrogen, klorin, oksigen, nitrogen dan flourin. Polimer merupakan gabungan dari beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. Bila rantai tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak, menyerupai tumpukan jerami yang disebut amorf. Jika rantainya teratur hampir sejajar disebut kristalin dengan sifat yang lebih keras dan tegar (Syarief, dkk., 1989).

Jenis plastik yang utama terdiri dari polimer-polimer berikut (Staudinger, 1974 dan Tchobanoglous, 1993).

1. Thermoplastics

Monomer thermoplastic membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk plastik thermoplastic yang mempunyai sifat meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu dan sifatnya dapat balik (reversible) kepada sifatnya yakni kembali mengeras bila didinginkan. Sifatnya yang dapat berubah bentuk pada perubahan suhu membuat plastik jenis ini dapat didaur ulang (Syarief, dkk., 1989). Berikut ini jenis-jenis thermoplastic (Staudinger, 1974).

(a)       Polyethylene (PE)

Terbentuk dari karbon dan hidrogen. Tersedia dengan berat jenis 0,91 sampai 0,96 g/cm3. Sifatnya relatif fleksibel sampai relatif kaku. Terdiri dari tiga bentuk yaitu yang berdensitas rendah LDPE (relatif fleksibel) dan berdensitas tinggi HDPE (relatif kaku) serta Polyetylene terephtalate (PET). PE digunakan untuk tas, karung, botol susu, botol pemutih, peralatan rumah tangga, krat,insulasi, tali plastik dan dudukan kabel telepon juga mainan anak-anak.

Menurut Nurminah (2002), plastik yang dapat dicetak atau plastik yang berbeda warna (contohnya biru di luar dan perak di dalam) merupakan plastik kemasan makanan jenis LDPE . Kemasan ini dibentuk dari LDPE baik yang terdiri satu lapisan maupun dua lapisan (double layers).

(b)      Polypropylene (PP)

Seperti PE, akan tetapi bisa lebih kaku dari PE yang paling keras. Biasanya dipakai sebagai kemasan yang sangat transparan untuk makanan, keripik, kudapan, biskuit, krat, furniture (kursi), komponen mobil, dan beberapa jenis karpet.

(c)       Polysterene (PS)

Terdiri dari karbon dan hidrogen. Berbentuk seperti busa atau keras dengan tingkat transparansi tinggi dan berbunyi seperti logam bila dijatuhkan. Contohnya gelas minum restoran cepat saji, tempat menyimpan telur, kotak disket, toples dan sebagainya.

(d)      Polyvinyl chloride (PVC)

Dapat dibuat sesuai kebutuhan, mulai dari fleksibel sampai dengan kaku. Biasa digunakan untuk membuat pipa, botol, perekam gromophone, komponen pengolahan air bersih, jas hujan, sol sepatu, insulator kabel dan sebagainya.

(e)   Lainnya

Thermoplastic jenis ini tidak termasuk dalam jenis thermoplastic di atas. Produksi jenis ini lebih sedikit dibandingkan thermoplastic lainnya dan dibuat hanya untuk kebutuhan khusus. Plastik lainnya terdiri dari acrylonitrile-butadine-styrene (ABS), acrylics, acetal, nylon, polycarbonate, polytetrafluoro-ethylene (PTFE) dan polyester (Staudinger, 1974). Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi.

2. Thermosett

Monomer thermosett berbentuk tiga dimensi akibat polimerisasi berantai, akan terbentuk plastik thermosett dengan sifat tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversible). Bila sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan thermoset melainkan akan membentuk arang dan terurai karena sifatnya yang demikian sering digunakan sebagai tutup ketel dan asbak, seperti jenis-jenis melamine (Beck, 1970).

Plastik thermosett mengandung resin yang terbuat dari phenol dan formaldehide (karbon, hidrogen, dan oksigen), urea dan formaldehyde, serta campuran formaldehyde dengan melamine. Biasanya digunakan untuk komponen elektronika, soket dan komponen lain (Staudinger, 1974). Plastik jenis termoset tidak begitu menarik dalam proses daur ulang karena selain sulit penanganannya (tidak bisa dilelehkan) juga volumenya jauh lebih sedikit dari volume jenis plastik yang bersifat thermoplastic (Moavenzadeh dan Taylor, 1995).

6 responses »

  1. Ping-balik: Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman « Selamat Pagi!

  2. Ping-balik: 2010 in review « Selamat Pagi!

  3. saya menyukai ini karena saya dapat belajar tentang plastik. saya juga bekerja di pabrik plastik. dan saya banyak belajar dari internet salah satunya situs ini

  4. makasih ilmu nya mbak buat nambah pengetahuan..

    Saat ini saya juga memproduksi biji plastik recycled loh …awalnya sih cuma hobbi & iseng serta mencoba peduli lingkungan…eh ternyata menguntungkan akhirnya lanjut deh sampe sekarang..

    Produksi saya adalah biji plastik jenis ABS & HIPS serta PP, jika ada yang berminat membeli atau sekedar sharing tentang cara awalan memproduksi, bisa hub saya di 081381280020/ihsan.

  5. tapi boleh tanya pp itu ternyata ada beberapa macam yaitu homogen, popopolimer, monomer, dan polimer itu apa bisa dijelaskan maksudnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s