Kiprah KTT Bumi dari Rio Sampai Marrakesh

Standar

Data Buku

Judul                     : Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim

Sepuluh Tahun Perjalanan Konvensi Perubahan Iklim

Sepuluh Tahun Perjalanan Konvensi Perubahan Iklim

Penulis                 : Daniel Murdiyarso

Penerbit              : Penerbit Buku Kompas

Tahun                   : 2003

Halaman              : xvii + 200 hlm.

Ukuran buku      : 14 cm x 21 cm

“Justru karena dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan generasi sekarang (atau terdahulu) akan mempengaruhi generasi yang akan datang, maka kelestarian ekosistem bumi harus dijaga dan dipertanggungjawabkan oleh generasi sekarang kerena perubahan iklim cenderung tidak pulih (irreversible) ke kondisi semula.”

Jika Anda termasuk salah seorang yang bertanya-tanya bagaimana dan kapan perubahan iklim akan terjadi, buku ini layak Anda baca. Isu perubahan iklim tentunya banyak menimbulkan kontroversi baik di kalangan praktisi, politisi maupun akademisi. Dapat dibayangkan bagaimana bingungnya masyarakat awam mengenai isu ini. Apakah nantinya akan terjadi perubahan iklim secara besar-besaran di seluruh belahan bumi seperti dalam film The Day After Tomorrowyang menggambarkan terjadinya hujan es dan angin ribut dimana-mana serta tumpukan salju dengan ketebalan lebih dari sepuluh meter? Ataukah terjadi perubahan periode iklim musiman yang mendadak? Seorang guru besar ilmu atmosfer di fakultas MIPA IPB mencoba meluruskan kembali pendapat tersebut kepada khalayak melalui buku ini.

Ternyata perubahan iklim yang dimaksud adalah perubahan unsur-unsur iklim dalam jangka panjang (50 tahun-100 tahun) yang dipengauhi oleh kegiatan manusia yang menimbulkan emisi gas rumah kaca (GRK). Perubahan pola iklim musiman (musim hujan dan kemarau yang berubah mendadak) dan dekadal, kejadian ekstrem seperti El Nino atau La Nina, tidak termasuk dalam kategori perubahan iklim. Kejadian ekstrem tersebut tidak dipengaruhi oleh pemanasan global yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer.

Pada bagian II penulis menguraikan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah di berbagai belahan dunia untuk mengatasi dampak lingkungan yang akan ditimbulkan perubahan iklim. Banyak negara mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan global ini. Isu utama yang harus ditangani adalah bagaimana agar konsentrasi GRK dapat dikurangi dan distabilkan supaya keseimbangan iklim bumi tidak terganggu atau makin memburuk. Setelah melakukan sebuah panel, dibentuklah Konvensi Perubahan Iklim (UN Framework Convention on Climate Change, UNFCCC) yang akhirnya disepakati secara universal sebagai komitmen politik internasional pada KTT Bumi tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Jeneiro, Brazil, 1992. Namun, ternyata komitmen ini membutuhkan kedisiplinan baik dari pemerintah maupun masyarakat dunia. Hasil konvensi tersebut belum terlihat hasilnya. Indonesia sendiri masih sibuk memikirkan persoalan ekonomi yang tak kunjung usai. Sehingga UU No. 6/1994 yang didasari oleh Konvesi Perubahan Iklim tidak terlihat fungsinya. Dalam sepuluh tahun setelah Konvesi di Rio, PBB kembali mengadakan konvensi lagi dalam rangka perbaikan peraturan. Konvensi tersebut di antaranya adalah Mandat Berlin, Protokol Kyoto, Rancangan Buenos Aires, Kesepakatan Bonn, dan Persetujuan Marrakesh.

Buku ini berguna bagi para peneliti dan mahasiswa yang berminat menelusuri perjalanan negosiasi antarnegara sambil membuat kajian akademis tentang perubahan iklim. Pembahasan disampaikan dengan penuturan yang lugas dan mudah dimengerti. Penulis juga menyajikan glosarium berbagai akronim dan singkatan yang digunakan dalam buku ini. Sayangnya penulis tidak memberikan solusi terhadap persoalan yang dibahas. Semua pembahasan merujuk pada hasil konvensi dan pengaruhnya kepada negara-negara di dunia, khususnya Indonesia. Namun buku ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan tentang posisi setiap negara dan koalisinya pada konvesi perubahan iklim sehingga strategi negosiasi di waktu yang akan datang dapat dirancang lebih baik.

3 responses »

  1. Ping-balik: Pupuk dari Sampah Sekitar | sulutorganik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s