Latest Updates: Puisi RSS

  • Abi Bersajak 

    irniaryani 8:02 pm on January 20, 2009 Permalink | Balas
    Tag: Abi, Puisi,

    Lucu juga bagaimana kita menilai orang yang umumnya berawal dari penampilan luar. Tetapi setelah itu, diri kita sering kali dihadapkan pada kenyataan bahwa orang yang telah dengan kejamnya kita nilai ternyata berbeda dengan persepsi kita. Kadang lebih baik, atau bahkan lebih buruk.

    Mestinya aku ini minta maaf juga sama abi. Soalnya dulu ‘umi’ merasa tidak ada bakat2 sastra dalam guratan wajah abi, hehehe. Tapi ternyata, setelah koleksi puisi abi yang bak harta karun terpendam ditemukan, aku menyadari bahwa penilaian dahulu sangat subyektif. Abi ini berbakat dalam mengolah kata. Jumlah puisinya yang berhasil disidak kemarin mungkin sudah cukup untuk dibuat dalam satu buku.

    Nah, untuk teman2 yang penasaran. Ini ada beberapa puisinya abi waktu abi masih dipesantrenin dulu. Bukan yang terbagus, sih. Tapi ini termasuk puisinya yang pendek, jadi bisa di posting dengan kilat. Kata2nya kocak, sok filosofis, mengungkapkan hal lucu tapi ironis… Karya yang lumayan menghibur.

    Ini adalah puisi karya Rama Agusta a.k.a Abi. Boleh2 aja minjem (ngopy-paste) karyanya gratis, tapi harus izin
    dulu ke orangnya di: ramaagusta@gmail.com atau rama_syamsudin@yahoo.co.id

    Bola-bola, bola-bola

    (rama)

    Hidup ini bagaikan bola

    Bunder… tak ada tepi kecuali

    Kalau kempes atau bocor

    Pernah tau namanya sepak bola

    Kita adalah pemainnya, sedang bola adalah harapan

    Bola-bola, bola-bola

    Bola bunder…

    Bumi oval…

    Hidup lingkaran…

    Mati… Akhiran…

    (rama)


    Seandainya kalau kamu mau sama aku

    Seandainya aku menjagamu penuh

    Seandainya kamu tahu penjagaanku

    Seandainya aku menjaga rahasiamu

    Seandainya kita sama-sama mau koreksi

    Seandainya kalian tidak merebutmu dariku

    Seandainya kita tahu akibat dari semua ini

    Seandainya, seandainya, andai, andai

    *Sorry, agamaku melarang berandai-andai!*

    (rama)


    Busyet!

    Jangan kau gantung aku…

    Hanya karena kulupa mengecupmu

    Kau kan sudah tahu, waktu itu kuterburu-buru

    Karena… ada (“sorry”) sephia-ku

    Yang udah nunggu termangu

    Jangan kau bakar aku

    Hanya karena kau liat aku

    Jalan dengan si anu…

    Padahal kalau aku

    jujur padamu…

    Kau itu

    Nomer ketujuh

    Di hatiku…

    Jadi, wajar aja kalau

    Aku jalan sama… sama…

    Melisa, Yeni, Lani, Mila, Denida dan Ani

    Tapi kamu santai aja

    Karena masih ada yang kedelapan, sembilan dan sepuluh

    Oke…?!

    (rama)


    Ini adalah puisi karya Rama Agusta a.k.a Abi. Boleh2 aja minjem (ngopy-paste) karyanya gratis, tapi harus izin dulu ke orangnya di: ramaagusta@gmail.com atau rama_syamsudin@yahoo.co.id

     
  • Autums 

    irniaryani 8:36 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Puisi,

    Kelopak sakura putih sore ini berguguran di halamanku

    Merah jambunya telah memudar dicumbu layu

    Hatiku kini bersandar pada batangnya yang rapuh

    Kapanpun ia gentar bersamanya aku bisa terjatuh

    Tapi ia tak selemah dugaanku yang ragu

    Musim semi nanti kuncupnya kan tumbuh

    Dan warnanya jadi penawar di kisahku

    Senyum, tawa, tangis, haru bersemu

    Keindahannya mengajak aku

    merasakan kehidupan baru

    di setiap pergantian waktu…

     
    • Fida 2:47 pm on Oktober 31, 2008 Permalink

      Kenapa harus sakura, khas Jepang???? aaarrrgghh..

    • Ryn 10:23 am on November 2, 2008 Permalink

      Ngahahaha…. sensitif amat sih sama yang berbau kejepang2an… Santai aja, bukan mas-mu kok, hehehe.
      Tapi asyik kan?

  • Burn The Chronicle 

    irniaryani 8:34 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Puisi,

    Thinking the age will never end

    Longing for dream is so much spend

    Many second you have passed

    Many chance you have lost

    But faith which is eager to reach

    Will shape you to be the greatest conqueror

    The Empire of Time…

     
  • Mozaik Kasih 

    irniaryani 8:06 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Puisi,

    Kan kususun tiap makna cinta yang berceceran

    Makna sayang yang bertaburan

    dan makna keikhlasan

    Ketika ku susun makna itu

    Yang muncul adalah nama mu

    Rango, 07

     
  • Untitled 

    irniaryani 8:05 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Puisi,

    Tak ada yang lebih indah

    Ketika kau dan aku telah menjadi “ kita “

    Rango UAS,07

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal