<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Selamat Pagi! &#187; Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://irniaryani.wordpress.com/tag/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irniaryani.wordpress.com</link>
	<description>selalu menebarkan semangat pagi hari kapan pun di manapun</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2009 14:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='irniaryani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b80226847fedc840bdb3055a248ed40d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Selamat Pagi! &#187; Lingkungan</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2009/02/27/kantung-plastik-sudah-ketinggalan-zaman/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2009/02/27/kantung-plastik-sudah-ketinggalan-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 13:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[kantung plastik]]></category>
		<category><![CDATA[kresek]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/2009/02/27/kantung-plastik-sudah-ketinggalan-zaman/</guid>
		<description><![CDATA[Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh suatu polimer karbon bernama &#8220;plastik&#8221;.

Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=196&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;">Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh <a title="Jenis Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari" href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/20/125/" target="_self">suatu polimer karbon bernama &#8220;plastik&#8221;</a>.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari barang-barang di kamar kita yang terbuat dari plastik. Sambil mandi, kita akan berterima kasih atas penemuan &#8220;gayung&#8221; plastik yang sangat berguna. Pada akhirnya badan kita pun dibalut pakaian trendi berbahan polyester. Bayangkan saat sarapan, belanja, masak, bikin tugas sekolah, menyiram tamanan, bahkan duduk pun kemungkinan Anda di atas kursi plastik. Tidak terbayang bukan berapa jenis dan banyaknya jumpah plastik yang terpakai?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Tentunya semua plastik itu suatu saat akan disingkirkan ke tempat sampah. Berdasarkan penelitian saya tahun 2008 lalu, sebuah kota berkembang di Jawa Barat menimbulkan 1,13 ton/hari sampah plastik atau setara dengan 15,8% dari total sampah kota tersebut. Dan hanya kurang dari 3% yang selama ini didaur ulang oleh orang-orang hebat berinisiatif. Bayangkanlah, jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA selama sebulan, setahun, sedasawarsa&#8230; Ngeri ngga, tuh?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sampah platik yang jumlahnya besar itu, ternyata didominasi oleh 32,25% kantung plastik (kresek). Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik jenis lain dalam persentase yang lebih kecil. Fakta ini membawa kita pada suatu tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap sampah plastik terutama kantung plastik yang kerap menjadi favorit kita saat berbelanja. Kita sebagai pengguna, bertanggung jawab secara pribadi terhadap sampah yang kita buang. Meskipun sebenarnya produsen pun harusnya punya andil lebih besar. Pasti ada yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan hanya berkeluh kesah dan menyalahkan pemerintah karena tidak becus menangani masalah sampah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Mulai dari sekarang kurangilah penggunaan kantung plastik. Mungkin kita tidak bisa menerapkannya sekaligus tetapi secara bertahap. Mulailah membawa kantung/keranjang belanja sendiri dari bahan kain belacu, karung, kain bekas atau sebagainya. Kelihatannya sepele, bagaimana mungkin satu orang akan membuat dampak yang berarti. Percayalah, semua itikad baik akan dihargai dan diikuti pada akhirnya. Dan kantung plastik akan segera ketinggalan zaman, <em>out of date</em>&#8230;<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Bagaimana menurutmu, teman?<br />
</span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=196&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2009/02/27/kantung-plastik-sudah-ketinggalan-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Kompos dengan Metode Karung</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 01:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[metode karung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=39&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span>Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya <a href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/17/kiprah-ktt-bumi-dari-rio-sampai-marrakesh/" target="_self">perubahan iklim</a></span><span> </span><span>secara tidak langsung</span><span>. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia.</span><span lang="EN-US"> D</span><span>i Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia?</span><span id="more-39"></span></p>
<p>Banyak kampanye dan publikasi yang menginformasikan betapa pentingnya ozone bagi bumi. Sebagai pelindung bumi terhadap sinar ultraviolet, ozone harus terus dijaga. Namun polusi yang terjadi di bumi terus mempertipis lapisan ozone.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="EN-US">Pada dasarnya kita semua adalah penghasil sampah. Kita pasti </span><span>akan pusing sendiri bila tahu jumlah sampah yang anda hasilkan selama sehari, seminggu, sebulan, setahun. Daripada sampah-sampah itu dibakar, kenapa tidak didaur ulang saja menjadi kompos. Tidak perlu teknologi dan peralatan canggih tetapi membantu melestarikan<a href="http://irniaryani.wordpress.com/category/lingkungan/" target="_self"> lingkungan</a>. Untuk mengubah sampah menjadi kompos, cukup menjalankan langkah-langkah sederhana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span><br />
Kompos </span><span lang="EN-US">merupakan</span><span> produk ramah lingkungan</span><span lang="EN-US">. Kompos</span><span> itu hasil penguraian sampah organik yang akan dengan mudah diproses dan diserap bumi. Dengan penanganan yang benar, sampah organik kita bisa menjadi kompos dalam waktu enam minggu. Bandingkan bila sampah itu didiamkan saja dan alam yang memproses, diperlukan waktu enam bulan, baru sampah itu menjadi kompos. Jadi kita akan menghemat waktu hampir lima bulan bila mau bercapek-capek sedikit mengolahnya.</span></p>
<p>Pertama, yang perlu diketahui adalah bahan baku utama membuat kompos, yaitu sampah itu sendiri. Ada dua jenis sampah yaitu organik dan anorganik. Kita harus memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Yang termasuk sampah organik dan bisa dijadikan bahan kompos adalah sampah coklat (daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, jerami, kulit jagung, kertas yang tidak mengkilat, tangkai sayuran) dan sampah hijau (sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, daun segar, sampah dapur, ampas teh/kopi, kulit telur, pupuk kandang). Sedangkan yang masuk kelompok sampah anorganik adalah plastik, stereoform, kertas (mengkilat), logam, dan kaca.</p>
<p>Selain itu ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuat kompos yaitu:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju,      lemak/minyak, ampas kelapa, sisa sayuran yang bersantan (menyebabkan      munculnya belatung).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kotoran anjing &amp; kucing (kemungkinan membawa      penyakit).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tanaman yang berhama (hama dan bijinya masih terkandung      dalam kompos jadi).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ranting, dahan, dan batang kayu yang tidak mudah hancur      dalam kompos (mengundang rayap).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span>Kedua, starter yang digunakan untuk mengurai sampah menjadi kompos. Di toko pertanian sebenarnya dijual starter siap pakai seperti EM4 (effective microorganism 4), tapi barangkali anda akan lebih puas jika bisa membuat sendiri</span><span lang="EN-US"> agar lebih hemat</span><span>. Starter yang dijual di toko harganya berkisar Rp.15.000. </span><span lang="EN-US">Tetapi bila membuatnya sendiri tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.</span></p>
<p>Starter buatan sendiri ini biasa disebut dengan MOL (mikro organisme lokal). Bahan yang digunakan untuk membuatnya bisa bermacam-macam, tergantung selera<span lang="EN-US">, kebutuhan dan ketersediaan bahan di lingkungan</span><span>. Kita bisa membuat MOL dari nasi, yang baru maupun basi.</span></p>
<p>Langkah-langkah membuat MOL yang merupakan starter dalam pengomposan:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Nasi (baru maupun basi) dibentuk bulat sebesar bola      ping-pong sebanyak 4 buah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Diamkan selama tiga hari sampai keluar jamur yang      berwarna kuning, jingga, dan abu-abu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bola nasi jamuran kemudian dimasukkan ke dalam      botol/wadah plastik.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak      empat sendok makan ke dalam botol/wadah yang berisi nasi jamuran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Diamkan selama satu minggu. Campuran nasi dan air gula      tersebut akan berbau asem seperti tape/peuyeum.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>MOL sudah bisa digunakan sebagai starter untuk membuat      kompos dengan dicampur air. Perbandingan MOL dengan air sebesar 1:5.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span>Ketiga, wadah untuk memproses sampah menjadi kompos. Wadah ini biasa disebut dengan komposter. Macam-macam jenisnya, ada yang terbuat dari batako, gentong plastik, ada yang namanya <a title="Keranjang 'Ajaib' Takakura" href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/24/keranjang-ajaib-takakura/" target="_blank">keranjang <em>takakura</em></a>, bahkan bila mau bisa beli jadi yang harganya sampai ratusan ribu. </span><span lang="EN-US">Tetapi, kita bisa menggunakan bahan yang mudah didapat. </span><span>Kita gunakan karung sebagai tempat membuat kompos. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span><br />
Keempat</span><span lang="EN-US">, s</span><span>ampah coklat kaya kandungan karbon (C) yang merupakan sumber energi makanan untuk mikroba. Sampah hijau mengandung nitrogen (N) yang diperlukan oleh mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak. Sampah organik secara alami akan mengalami penguraian oleh ratusan jenis mikroba, enzim, jamur, dan binatang tanah. Proses penguraian memerlukan suhu tertentu, kelembaban, dan oksigen (udara segar).</span></p>
<p>Setelah semua hal di atas <span lang="EN-US">telah </span><span>mengerti, sekarang waktunya melakukan tahap-tahap pengomposan. Kita gunakan karung sebagai wadahnya.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 1:</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><strong><span><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></strong><strong></strong><a href="http://bp2.blogger.com/_sCFcMgg4PMk/R-c6uH0J2PI/AAAAAAAAAU8/AHKf5DxeI2I/s1600-h/kompos01.jpg"><span style="text-decoration:none;color:blue;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--></span></a><span>Potong/cacah dengan ukuran 2 s/d 3 cm sampah organik yang akan dibuat kompos.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 2:</span></strong><span><br />
</span><a href="http://bp1.blogger.com/_sCFcMgg4PMk/R-c7J30J2QI/AAAAAAAAAVE/dWavtGo0yww/s1600-h/kompos02.jpg"><span style="text-decoration:none;color:blue;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><span>Campur sampah coklat dan sampah hijau dengan perbandingan 1:2. Jika terlalu banyak sampah coklat, pengomposan akan memakan waktu lama.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 3:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Ratakan sampah yang akan dibuat kompos sebelum dicampur dengan MOL.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 4:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Sirami permukaan sampah secara merata dengan MOL.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 5:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Aduk agar MOL tercampur merata. Siram kembali dengan MOL sampai sampah      terlihat basah kemudian aduk kembali.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 6: </span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Masukkan sampah ke dalam karung, setelah diangin-anginkan sebentar.      Kemudian karung diikat agar tidak diacak-acak kucing, anjing, atau ayam.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 7:<br />
</span></strong><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><span>Karung ditusuk-tusuk dengan obeng atau alat lainnya secara merata agar      oksigen (udara segar) bisa masuk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 8:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Simpan di tempat yang tidak kehujanan dan tidak terkena sinar matahari      langsung.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 9:</span></strong><span><br />
Seminggu sekali Langkah 3 s/d 8 diulang kembali. Dalam waktu enam minggu      kompos sudah jadi dan siap digunakan.</span></li>
</ul>
<p><em>Catatan</em>:</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja, suhu      mencapai 45-65C. Karung terasa hangat bila dipegang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-3 dan ke-4 suhu mulai menurun menjadi sekitar      40C.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal seperti suhu      tanah, kompos sudah jadi/matang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kompos yang sudah jadi berwarna coklat kehitam-hitaman      dan baunya seperti tanah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kompos bisa disimpan di dalam karung sebelum digunakan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Diantaranya dikutip dari <em><a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/03/kompos-dalam-karung.html" rel="nofollow">http://kampungantenan.blogspot.com/2008/03/kompos-dalam-karung.html</a></em></span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=39&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>