Latest Updates: Lingkungan RSS

  • Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman 

    irniaryani 8:44 pm on February 27, 2009 Permalink | Balas
    Tag: kantung plastik, kresek, Lingkungan, sampah

    Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh suatu polimer karbon bernama “plastik”.

    Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari barang-barang di kamar kita yang terbuat dari plastik. Sambil mandi, kita akan berterima kasih atas penemuan “gayung” plastik yang sangat berguna. Pada akhirnya badan kita pun dibalut pakaian trendi berbahan polyester. Bayangkan saat sarapan, belanja, masak, bikin tugas sekolah, menyiram tamanan, bahkan duduk pun kemungkinan Anda di atas kursi plastik. Tidak terbayang bukan berapa jenis dan banyaknya jumpah plastik yang terpakai?

    Tentunya semua plastik itu suatu saat akan disingkirkan ke tempat sampah. Berdasarkan penelitian saya tahun 2008 lalu, sebuah kota berkembang di Jawa Barat menimbulkan 1,13 ton/hari sampah plastik atau setara dengan 15,8% dari total sampah kota tersebut. Dan hanya kurang dari 3% yang selama ini didaur ulang oleh orang-orang hebat berinisiatif. Bayangkanlah, jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA selama sebulan, setahun, sedasawarsa… Ngeri ngga, tuh?

    Sampah platik yang jumlahnya besar itu, ternyata didominasi oleh 32,25% kantung plastik (kresek). Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik jenis lain dalam persentase yang lebih kecil. Fakta ini membawa kita pada suatu tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap sampah plastik terutama kantung plastik yang kerap menjadi favorit kita saat berbelanja. Kita sebagai pengguna, bertanggung jawab secara pribadi terhadap sampah yang kita buang. Meskipun sebenarnya produsen pun harusnya punya andil lebih besar. Pasti ada yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan hanya berkeluh kesah dan menyalahkan pemerintah karena tidak becus menangani masalah sampah.

    Mulai dari sekarang kurangilah penggunaan kantung plastik. Mungkin kita tidak bisa menerapkannya sekaligus tetapi secara bertahap. Mulailah membawa kantung/keranjang belanja sendiri dari bahan kain belacu, karung, kain bekas atau sebagainya. Kelihatannya sepele, bagaimana mungkin satu orang akan membuat dampak yang berarti. Percayalah, semua itikad baik akan dihargai dan diikuti pada akhirnya. Dan kantung plastik akan segera ketinggalan zaman, out of date

    Bagaimana menurutmu, teman?

     
  • Membuat Kompos dengan Metode Karung 

    irniaryani 8:25 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: , Lingkungan, metode karung

    Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia? (More …)

     
    • ventin 2:18 pm on November 22, 2008 Permalink

      hai ryn…salam kenal

      artikelnya sangat menarik…kebetulan aya ingin sekali bikin kompos dr daun2 mangga yg menumpuk dihalaman rumah.

      bisa ga yah kalo karung diganti dg kantong plastik sampah soalnya ga memungkinkan kalo hrs nyari karung dit4 saya.

      kalo starternya (MOL) diganti stardec apa tahapan pembuatannya msh sama?? soalnya stardeckan bubuk…apa perlu ditambah cairan utk ndapetin kelembaban.

      thanks pencerahannya

    • irniaryani 7:51 am on November 23, 2008 Permalink

      Salam kenal juga, Ventin.
      Makasih ya sudah mampir.

      Sebenarnya penggunaan karung itu ada maksudnya. Diantaranya adalah agar ada sirkulasi udara dari rongga2/pori2 karung untuk suplai okasigen mikroorganisme. Jadi kali enggunakan kantung plastik tampaknya kurang mendukung kehidupan organisme mengingat kantong plastik itu sangat tertutup.
      Tapi tenag saja, masih banyak cara lain sederhana untuk membuat kompos.
      Mungkin saya akan kirim langsung saja ke email Ventin, atau saya jelaskan di blog ini saja. Insya Allah dalam minggu ini sudah dijawab..

      Oke, sering2 mampir ya?! :-)

    • irniaryani 7:55 am on November 23, 2008 Permalink

      Oh ya tentang MOL, bisa menggunakan apa saja yang mengandung bahan makanan mikroorganisme. Hanya yang saya jelaskan di atas adalah cara sederhana saja. Pemakaian MOL lain juga bisa kok, digunakan sesuai tata cara penggunaannya saja. Sip, sip!

    • nadi 2:45 pm on Januari 5, 2009 Permalink

      ryn said :
      Selain itu ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuat kompos yaitu:

      1. Daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak/minyak, ampas kelapa, sisa sayuran yang bersantan (menyebabkan munculnya belatung).
      2. Kotoran anjing & kucing (kemungkinan membawa penyakit).
      3. Tanaman yang berhama (hama dan bijinya masih terkandung dalam kompos jadi).
      4. Ranting, dahan, dan batang kayu yang tidak mudah hancur dalam kompos (mengundang rayap).
      =========

      yup, saya setuju poin 2, memang agak riskan jika digunakan sebagai bahan kompos.
      but, poin 1,3, dan 4 bisa tuh dikomposkan menggunakan komposter an-aerob seperti yang saya gunakan. Memang perlu waktu agak lama, karena mengandalkan proses alam.
      salam,

    • irniaryani 9:41 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      oke tambahannya… poin 1,3 dan 4 memang bisa dikomposkan dalam waktu yang agak lama. kita tahu bahwa kompos itu dapt dibuat denganbermacam2 metode. dari metode yang sederhana sampai dengan yang tingkat lanjut. nah, untuk metode ini, tidak dianjurkan memasukkan sampah2 tersebut. jenis sampah organik yang bisa dimasukkan tergantung pada komposternya juga.

      kalau Nadi ada kesempatan, boleh juga berbagi dengan kita tentang komposter anaerobnya disini…

    • Adie 3:55 pm on Februari 3, 2009 Permalink

      untuk langkah 9 itu dilakukan sampai kompos jadi atau sampai minggu ke berapa mbak?
      thanks infonya

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal