<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Selamat Pagi! &#187; Kompos</title>
	<atom:link href="http://irniaryani.wordpress.com/tag/kompos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irniaryani.wordpress.com</link>
	<description>selalu menebarkan semangat pagi hari kapan pun di manapun</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2009 14:03:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='irniaryani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b80226847fedc840bdb3055a248ed40d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Selamat Pagi! &#187; Kompos</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Membuat Kompos Dalam Pot</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/26/membuat-kompos-dalam-pot/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/26/membuat-kompos-dalam-pot/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 12:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[metode pot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.
Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.
Sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=169&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.</p>
<p>Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.</p>
<p>Sesuai dengan namanya, cara ini membutuhkan pot. Pot yang dipakai paling tidak berdiameter 25 cm. Pota dapat terbuat dari bahan plastik atau pun gerabah. Yang penting, pada bagian dasar pot terdapat lubang-lubang kecil yangbberfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Jika pot tersebut tidak memiliki lubang, maka pembuatan lubang harus dibuat sendiri menggunakan bor atau alat lain.</p>
<p>Alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:</p>
<p>a)      Pot, dasarnya diberi lubang-lubang kecil.</p>
<p>b)      Kerikil</p>
<p>c)       Pasir</p>
<p>d)      Kapur</p>
<p>e)      Sampah organik yang telah dipilah, dibersihkan dan dicacah.</p>
<p>f)       Tanah</p>
<p>g)      Sekop kecil</p>
<p>Cara pengerjaan:</p>
<p>a)      Masukkan kerikil ± 4 cm ke dalam pot.</p>
<p>b)      Masukkan pasir ± 3 cm pasir di atas kerikil.</p>
<p>c)       Masukkan tanah 5 cm.</p>
<p>d)       Masukkan sampah organik, jangan terlalu tebal.</p>
<p>e)      Tutup dengan kapur dan kotoran ternak jika ada.</p>
<p>f)       Tutup atasnya dengan tanah lagi.</p>
<p>Mudah kan? Jika ingin menambahkan sampah lagi tinggal letakkan saja diatasnya dan ulangi langkah c sampai f. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai pot penuh. Jangan lupa, selama proses kompos berlangsung tanahnya harus dijaga agar kelembabannya tetap. Tidak boleh terlalu kering atau basah dan diaduk beberapa kali.</p>
<p>Happy composting!</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=169&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/26/membuat-kompos-dalam-pot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keranjang &#8216;Ajaib&#8217; Takakura</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/24/keranjang-ajaib-takakura/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/24/keranjang-ajaib-takakura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[keranjang ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[keranjang takakura]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[metode]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Hello!
Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain metode karung, mungkin bisa mencoba yang ini.
Keranjang Takakura
Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.
Keranjang Takakura punya beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=157&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hello!</p>
<p>Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain <a title="Membuat Kompos Metode Karung" href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/" target="_blank">metode karung</a>, mungkin bisa mencoba yang ini.</p>
<p><strong>Keranjang Takakura</strong></p>
<p>Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.</p>
<p>Keranjang Takakura punya beberapa kelebihan dibandingkan dengan komposter lain.</p>
<ol type="1">
<li>Tidak bau dan mengundang      lalat.</li>
<li>Dapat ditempatkan didalam      rumah (tapi sebaiknya nggak ditempatkan di ruang makan atau kamar tidur,      ya&#8230;).</li>
<li>Dapat digunakan selama      beberapa minggu tanpa mengeluarkan isinya sampai dengan kompos matang.      Dengan keranjang ajaib ini, komposter akan lebih lama penuh karena sampah      organik cepat susut.</li>
<li>Mudah, bersih dan  praktis.</li>
</ol>
<p>Untuk memulainya ita memang butuh ekstra modal untuk alat dan bahan. Tapi jangan khawatir, kalau kita reatif, semuanya akan jadi mudah. Setuju?!</p>
<p>Nah, bahan dan alat yang dibutkan untuk membuat &#8220;Keranjang Ajaib&#8221; ini adalah</p>
<ul type="square">
<li>keranjang plastik yang      tepinya berlubang (maksudnya mempunyai rongga-rongga udara di      sekelilingnya). Buat lubang-lubang kecil di bagian dasarnya sebagai rongga      udara.</li>
<li>kardus bekas untuk menutup      dasar, dan sisi-sisi keranjang.</li>
<li>sekam atau sabut kelapa.      Sekam/sabut tersebut dimasukkan ke dalam kain berpori seperti kain untuk      mengukus nasi dan bentuk seperti bantal sesuai ukuran dasar keranjang.      Buat dua buah.</li>
<li>kompos yang sudah jadi 1/5      tinggi keranjang, untuk starter.</li>
<li>sampah dapur/sampah halaman      yang sudah dipilah dan dipotong kecil-kecil.</li>
</ul>
<p>Cara membuatnya</p>
<div id="attachment_156" class="wp-caption alignright" style="width: 147px"><a href="http://irniaryani.files.wordpress.com/2008/11/100_0411.jpg"><img class="size-medium wp-image-156" title="Sketsa Keranjang Takakura" src="http://irniaryani.files.wordpress.com/2008/11/100_0411.jpg?w=137&#038;h=210" alt="Sketsa Keranjang Takakura" width="137" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sketsa Keranjang Takakura (klik untuk perbesar)</p></div>
<ul type="square">
<li>Masukkan kardus bekas di      dasar dan sekeliling keranjang plastik.</li>
<li>Masukkan satu bantal      sekam/sabut kelapa (dasar keranjang-kardus-bantal sekam).</li>
<li>Kemudian masukkan kompos      yang sudah jadi.</li>
<li>Masukkan sampah organik yang      telah dipilah dan dipotong kecil-kecil di atas kompos.</li>
<li>Aduk setiap penambahan      sampah organik di hari berikutnya.</li>
</ul>
<p>Mudah kan? Oh ya, ada hal yang harus diingat. Sampah tulang, daging dan yang berbau menyengat tidak boleh dimasukkan dalam Keranjang Takakura, soalnya bisa bikin bau dan timbul lalat/belatung.</p>
<p>Oke deh, selamat mencoba ya?!</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=157&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/24/keranjang-ajaib-takakura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irniaryani.files.wordpress.com/2008/11/100_0411.jpg?w=196" medium="image">
			<media:title type="html">Sketsa Keranjang Takakura</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lubang Resapan Biopori</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/05/lubang-resapan-biopori/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/05/lubang-resapan-biopori/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 02:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[lubang resapan biopori]]></category>
		<category><![CDATA[memperbaiki struktur tanah]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah banjir]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi lingkungan tepat guna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.
Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=133&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.</p>
<p>Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Saai ini banyak tempat yang dulunya tanah sudah berubah menjadi bangunan. Tanahnya tertutup semen, beton dan aspal. Air yang seharusnya bisa meresap ke dalam tanah, hanya tergenang.</p>
<p>Mau ikut menangani banjir?<span id="more-133"></span></p>
<p>Ada cara sederhana untuk membuat air masuk kedalam tanah. Caranya dengan membuat Lubang Resapan Biopori. Lubang biopori akan menambah daya resap tanah. Cara membuatnya sangat mudah. Kita hanya akan membuat lubang sedalam 0,5 meter dengan lebar kira-kira 10 cm.</p>
<p>Cara Pembuatan</p>
<p>Biopori biasanya dibuat dengan bor khusus, pipa besi, bambu, linggis atau sekop kecil. Cara membuatnya yaitu sebagai berikut.</p>
<p>1. Siram tanah yang akan dilubangi dengan air agar menjadi lunak dan lebih mudah untuk dilubangi.</p>
<p>2. Gunakan sekop kecil untuk membuat lubang. Jika menemukan tanah yang keras, siram lagi dengan air.</p>
<p>3. Lanjutkan menggali sampai dengan kedalaman 0,5 meter.</p>
<p>4. Jika lubang sudah cukup dalam, masukkan dedaunan ke dalam lubang untuk membantu menggemburkan tanah.</p>
<p>Selesai!</p>
<p>Keunggulan lubang resapan biopori diantaranya adalah sebagai berikut.</p>
<p>1. Dapat memperbaiki struktur tanah. Udara bebas dan air dapat masuk dan membuat organisme dapat hidup dalam tanah.</p>
<p>2. Berfungsi sebagai lubang pembuat kompos.</p>
<p>3. Merupakan tempat hidup hewan-hewan pengurai.</p>
<p>4. Menambah kesuburan tanah.</p>
<p>5. Yang pasti, bisa membantu meresapkan air hujan lebih capat dan lebih banyak. Jadi biopori dapat membantu mencegah banjir.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>Mari peduli lingkungan kita.</p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=133&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/05/lubang-resapan-biopori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Kompos dengan Metode Karung</title>
		<link>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/</link>
		<comments>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 01:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irniaryani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide-ide]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompos]]></category>
		<category><![CDATA[metode karung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irniaryani.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=39&subd=irniaryani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span>Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya <a href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/17/kiprah-ktt-bumi-dari-rio-sampai-marrakesh/" target="_self">perubahan iklim</a></span><span> </span><span>secara tidak langsung</span><span>. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia.</span><span lang="EN-US"> D</span><span>i Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia?</span><span id="more-39"></span></p>
<p>Banyak kampanye dan publikasi yang menginformasikan betapa pentingnya ozone bagi bumi. Sebagai pelindung bumi terhadap sinar ultraviolet, ozone harus terus dijaga. Namun polusi yang terjadi di bumi terus mempertipis lapisan ozone.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span lang="EN-US">Pada dasarnya kita semua adalah penghasil sampah. Kita pasti </span><span>akan pusing sendiri bila tahu jumlah sampah yang anda hasilkan selama sehari, seminggu, sebulan, setahun. Daripada sampah-sampah itu dibakar, kenapa tidak didaur ulang saja menjadi kompos. Tidak perlu teknologi dan peralatan canggih tetapi membantu melestarikan<a href="http://irniaryani.wordpress.com/category/lingkungan/" target="_self"> lingkungan</a>. Untuk mengubah sampah menjadi kompos, cukup menjalankan langkah-langkah sederhana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span><br />
Kompos </span><span lang="EN-US">merupakan</span><span> produk ramah lingkungan</span><span lang="EN-US">. Kompos</span><span> itu hasil penguraian sampah organik yang akan dengan mudah diproses dan diserap bumi. Dengan penanganan yang benar, sampah organik kita bisa menjadi kompos dalam waktu enam minggu. Bandingkan bila sampah itu didiamkan saja dan alam yang memproses, diperlukan waktu enam bulan, baru sampah itu menjadi kompos. Jadi kita akan menghemat waktu hampir lima bulan bila mau bercapek-capek sedikit mengolahnya.</span></p>
<p>Pertama, yang perlu diketahui adalah bahan baku utama membuat kompos, yaitu sampah itu sendiri. Ada dua jenis sampah yaitu organik dan anorganik. Kita harus memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Yang termasuk sampah organik dan bisa dijadikan bahan kompos adalah sampah coklat (daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, jerami, kulit jagung, kertas yang tidak mengkilat, tangkai sayuran) dan sampah hijau (sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, daun segar, sampah dapur, ampas teh/kopi, kulit telur, pupuk kandang). Sedangkan yang masuk kelompok sampah anorganik adalah plastik, stereoform, kertas (mengkilat), logam, dan kaca.</p>
<p>Selain itu ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuat kompos yaitu:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju,      lemak/minyak, ampas kelapa, sisa sayuran yang bersantan (menyebabkan      munculnya belatung).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kotoran anjing &amp; kucing (kemungkinan membawa      penyakit).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tanaman yang berhama (hama dan bijinya masih terkandung      dalam kompos jadi).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Ranting, dahan, dan batang kayu yang tidak mudah hancur      dalam kompos (mengundang rayap).</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span>Kedua, starter yang digunakan untuk mengurai sampah menjadi kompos. Di toko pertanian sebenarnya dijual starter siap pakai seperti EM4 (effective microorganism 4), tapi barangkali anda akan lebih puas jika bisa membuat sendiri</span><span lang="EN-US"> agar lebih hemat</span><span>. Starter yang dijual di toko harganya berkisar Rp.15.000. </span><span lang="EN-US">Tetapi bila membuatnya sendiri tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.</span></p>
<p>Starter buatan sendiri ini biasa disebut dengan MOL (mikro organisme lokal). Bahan yang digunakan untuk membuatnya bisa bermacam-macam, tergantung selera<span lang="EN-US">, kebutuhan dan ketersediaan bahan di lingkungan</span><span>. Kita bisa membuat MOL dari nasi, yang baru maupun basi.</span></p>
<p>Langkah-langkah membuat MOL yang merupakan starter dalam pengomposan:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Nasi (baru maupun basi) dibentuk bulat sebesar bola      ping-pong sebanyak 4 buah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Diamkan selama tiga hari sampai keluar jamur yang      berwarna kuning, jingga, dan abu-abu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Bola nasi jamuran kemudian dimasukkan ke dalam      botol/wadah plastik.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak      empat sendok makan ke dalam botol/wadah yang berisi nasi jamuran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Diamkan selama satu minggu. Campuran nasi dan air gula      tersebut akan berbau asem seperti tape/peuyeum.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>MOL sudah bisa digunakan sebagai starter untuk membuat      kompos dengan dicampur air. Perbandingan MOL dengan air sebesar 1:5.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span>Ketiga, wadah untuk memproses sampah menjadi kompos. Wadah ini biasa disebut dengan komposter. Macam-macam jenisnya, ada yang terbuat dari batako, gentong plastik, ada yang namanya <a title="Keranjang 'Ajaib' Takakura" href="http://irniaryani.wordpress.com/2008/11/24/keranjang-ajaib-takakura/" target="_blank">keranjang <em>takakura</em></a>, bahkan bila mau bisa beli jadi yang harganya sampai ratusan ribu. </span><span lang="EN-US">Tetapi, kita bisa menggunakan bahan yang mudah didapat. </span><span>Kita gunakan karung sebagai tempat membuat kompos. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span><br />
Keempat</span><span lang="EN-US">, s</span><span>ampah coklat kaya kandungan karbon (C) yang merupakan sumber energi makanan untuk mikroba. Sampah hijau mengandung nitrogen (N) yang diperlukan oleh mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak. Sampah organik secara alami akan mengalami penguraian oleh ratusan jenis mikroba, enzim, jamur, dan binatang tanah. Proses penguraian memerlukan suhu tertentu, kelembaban, dan oksigen (udara segar).</span></p>
<p>Setelah semua hal di atas <span lang="EN-US">telah </span><span>mengerti, sekarang waktunya melakukan tahap-tahap pengomposan. Kita gunakan karung sebagai wadahnya.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 1:</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><strong><span><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></strong><strong></strong><a href="http://bp2.blogger.com/_sCFcMgg4PMk/R-c6uH0J2PI/AAAAAAAAAU8/AHKf5DxeI2I/s1600-h/kompos01.jpg"><span style="text-decoration:none;color:blue;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--></span></a><span>Potong/cacah dengan ukuran 2 s/d 3 cm sampah organik yang akan dibuat kompos.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 2:</span></strong><span><br />
</span><a href="http://bp1.blogger.com/_sCFcMgg4PMk/R-c7J30J2QI/AAAAAAAAAVE/dWavtGo0yww/s1600-h/kompos02.jpg"><span style="text-decoration:none;color:blue;"><!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><span>Campur sampah coklat dan sampah hijau dengan perbandingan 1:2. Jika terlalu banyak sampah coklat, pengomposan akan memakan waktu lama.</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 3:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Ratakan sampah yang akan dibuat kompos sebelum dicampur dengan MOL.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 4:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Sirami permukaan sampah secara merata dengan MOL.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 5:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Aduk agar MOL tercampur merata. Siram kembali dengan MOL sampai sampah      terlihat basah kemudian aduk kembali.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 6: </span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Masukkan sampah ke dalam karung, setelah diangin-anginkan sebentar.      Kemudian karung diikat agar tidak diacak-acak kucing, anjing, atau ayam.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 7:<br />
</span></strong><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span><span>Karung ditusuk-tusuk dengan obeng atau alat lainnya secara merata agar      oksigen (udara segar) bisa masuk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 8:</span></strong><span><br />
<span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span>Simpan di tempat yang tidak kehujanan dan tidak terkena sinar matahari      langsung.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span>Langkah 9:</span></strong><span><br />
Seminggu sekali Langkah 3 s/d 8 diulang kembali. Dalam waktu enam minggu      kompos sudah jadi dan siap digunakan.</span></li>
</ul>
<p><em>Catatan</em>:</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja, suhu      mencapai 45-65C. Karung terasa hangat bila dipegang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-3 dan ke-4 suhu mulai menurun menjadi sekitar      40C.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal seperti suhu      tanah, kompos sudah jadi/matang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kompos yang sudah jadi berwarna coklat kehitam-hitaman      dan baunya seperti tanah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kompos bisa disimpan di dalam karung sebelum digunakan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Diantaranya dikutip dari <em><a href="http://kampungantenan.blogspot.com/2008/03/kompos-dalam-karung.html" rel="nofollow">http://kampungantenan.blogspot.com/2008/03/kompos-dalam-karung.html</a></em></span></p>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irniaryani.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irniaryani.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irniaryani.wordpress.com&blog=5122045&post=39&subd=irniaryani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irniaryani.wordpress.com/2008/10/15/membuat-kompos-dengan-metode-karung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e7d5fd3096075330f3ffe0f486b1bc?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irniaryani</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>