Arsip Tag: Kompos

Membuat Kompos Dalam Pot

Membuat Kompos Dalam Pot

Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.

Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.

Sesuai dengan namanya, cara ini membutuhkan pot. Pot yang dipakai paling tidak berdiameter 25 cm. Pota dapat terbuat dari bahan plastik atau pun gerabah. Yang penting, pada bagian dasar pot terdapat lubang-lubang kecil yangbberfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Jika pot tersebut tidak memiliki lubang, maka pembuatan lubang harus dibuat sendiri menggunakan bor atau alat lain.

Alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:

a)      Pot, dasarnya diberi lubang-lubang kecil.

b)      Kerikil

c)       Pasir

d)      Kapur

e)      Sampah organik yang telah dipilah, dibersihkan dan dicacah.

f)       Tanah

g)      Sekop kecil

Cara pengerjaan:

a)      Masukkan kerikil ± 4 cm ke dalam pot.

b)      Masukkan pasir ± 3 cm pasir di atas kerikil.

c)       Masukkan tanah 5 cm.

d)       Masukkan sampah organik, jangan terlalu tebal.

e)      Tutup dengan kapur dan kotoran ternak jika ada.

f)       Tutup atasnya dengan tanah lagi.

Mudah kan? Jika ingin menambahkan sampah lagi tinggal letakkan saja diatasnya dan ulangi langkah c sampai f. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai pot penuh. Jangan lupa, selama proses kompos berlangsung tanahnya harus dijaga agar kelembabannya tetap. Tidak boleh terlalu kering atau basah dan diaduk beberapa kali.

Happy composting!

Keranjang ‘Ajaib’ Takakura

Keranjang ‘Ajaib’ Takakura

Hello!

Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain metode karung, mungkin bisa mencoba yang ini.

Keranjang Takakura

Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.

Keranjang Takakura punya beberapa kelebihan dibandingkan dengan komposter lain.

  1. Tidak bau dan mengundang lalat.
  2. Dapat ditempatkan didalam rumah (tapi sebaiknya nggak ditempatkan di ruang makan atau kamar tidur, ya…).
  3. Dapat digunakan selama beberapa minggu tanpa mengeluarkan isinya sampai dengan kompos matang. Dengan keranjang ajaib ini, komposter akan lebih lama penuh karena sampah organik cepat susut.
  4. Mudah, bersih dan  praktis.

Untuk memulainya ita memang butuh ekstra modal untuk alat dan bahan. Tapi jangan khawatir, kalau kita reatif, semuanya akan jadi mudah. Setuju?!

Nah, bahan dan alat yang dibutkan untuk membuat “Keranjang Ajaib” ini adalah

  • keranjang plastik yang tepinya berlubang (maksudnya mempunyai rongga-rongga udara di sekelilingnya). Buat lubang-lubang kecil di bagian dasarnya sebagai rongga udara.
  • kardus bekas untuk menutup dasar, dan sisi-sisi keranjang.
  • sekam atau sabut kelapa. Sekam/sabut tersebut dimasukkan ke dalam kain berpori seperti kain untuk mengukus nasi dan bentuk seperti bantal sesuai ukuran dasar keranjang. Buat dua buah.
  • kompos yang sudah jadi 1/5 tinggi keranjang, untuk starter.
  • sampah dapur/sampah halaman yang sudah dipilah dan dipotong kecil-kecil.

Cara membuatnya

Sketsa Keranjang Takakura

Sketsa Keranjang Takakura (klik untuk perbesar)

  • Masukkan kardus bekas di dasar dan sekeliling keranjang plastik.
  • Masukkan satu bantal sekam/sabut kelapa (dasar keranjang-kardus-bantal sekam).
  • Kemudian masukkan kompos yang sudah jadi.
  • Masukkan sampah organik yang telah dipilah dan dipotong kecil-kecil di atas kompos.
  • Aduk setiap penambahan sampah organik di hari berikutnya.

Mudah kan? Oh ya, ada hal yang harus diingat. Sampah tulang, daging dan yang berbau menyengat tidak boleh dimasukkan dalam Keranjang Takakura, soalnya bisa bikin bau dan timbul lalat/belatung.

Oke deh, selamat mencoba ya?!

Lubang Resapan Biopori

Lubang Resapan Biopori

Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.

Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Saai ini banyak tempat yang dulunya tanah sudah berubah menjadi bangunan. Tanahnya tertutup semen, beton dan aspal. Air yang seharusnya bisa meresap ke dalam tanah, hanya tergenang.

Mau ikut menangani banjir? Read the rest of this entry

Membuat Kompos dengan Metode Karung

Membuat Kompos dengan Metode Karung

Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia? Read the rest of this entry