Latest Updates: Kompos RSS

  • Membuat Kompos Dalam Pot 

    irniaryani 7:07 pm on November 26, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Kompos, metode pot

    Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.

    Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.

    Sesuai dengan namanya, cara ini membutuhkan pot. Pot yang dipakai paling tidak berdiameter 25 cm. Pota dapat terbuat dari bahan plastik atau pun gerabah. Yang penting, pada bagian dasar pot terdapat lubang-lubang kecil yangbberfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Jika pot tersebut tidak memiliki lubang, maka pembuatan lubang harus dibuat sendiri menggunakan bor atau alat lain.

    Alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:

    a)      Pot, dasarnya diberi lubang-lubang kecil.

    b)      Kerikil

    c)       Pasir

    d)      Kapur

    e)      Sampah organik yang telah dipilah, dibersihkan dan dicacah.

    f)       Tanah

    g)      Sekop kecil

    Cara pengerjaan:

    a)      Masukkan kerikil ± 4 cm ke dalam pot.

    b)      Masukkan pasir ± 3 cm pasir di atas kerikil.

    c)       Masukkan tanah 5 cm.

    d)       Masukkan sampah organik, jangan terlalu tebal.

    e)      Tutup dengan kapur dan kotoran ternak jika ada.

    f)       Tutup atasnya dengan tanah lagi.

    Mudah kan? Jika ingin menambahkan sampah lagi tinggal letakkan saja diatasnya dan ulangi langkah c sampai f. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai pot penuh. Jangan lupa, selama proses kompos berlangsung tanahnya harus dijaga agar kelembabannya tetap. Tidak boleh terlalu kering atau basah dan diaduk beberapa kali.

    Happy composting!

     
    • mofit 10:14 pm on Februari 17, 2009 Permalink

      berapa lama proses pengomposan hingga dapat digunakan sebagai kompos, makasih !

    • irniaryani 8:27 am on Februari 18, 2009 Permalink

      kurang lebih 3 sampai 5 minggu. dicek aja, apakah komposnya sudah matang ataubelum. ciri2 kompos matang antara lain warnanya seperti tanah, tidak ada lagi sisa sampah, suhunya normal (tidak panas) dan tidak berbau lagi…

    • mesin kompos 6:42 pm on Maret 20, 2009 Permalink

      salam kenal..
      info masin2 utk membuat kompos dpt diakses http://www.situsmesin.com/berita

      silahkan berkunjung yaa :) jangan lupa isi komentar :)

  • Keranjang ‘Ajaib’ Takakura 

    irniaryani 8:43 am on November 24, 2008 Permalink | Balas
    Tag: keranjang ajaib, keranjang takakura, Kompos, metode

    Hello!

    Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain metode karung, mungkin bisa mencoba yang ini.

    Keranjang Takakura

    Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.

    Keranjang Takakura punya beberapa kelebihan dibandingkan dengan komposter lain.

    1. Tidak bau dan mengundang lalat.
    2. Dapat ditempatkan didalam rumah (tapi sebaiknya nggak ditempatkan di ruang makan atau kamar tidur, ya…).
    3. Dapat digunakan selama beberapa minggu tanpa mengeluarkan isinya sampai dengan kompos matang. Dengan keranjang ajaib ini, komposter akan lebih lama penuh karena sampah organik cepat susut.
    4. Mudah, bersih dan  praktis.

    Untuk memulainya ita memang butuh ekstra modal untuk alat dan bahan. Tapi jangan khawatir, kalau kita reatif, semuanya akan jadi mudah. Setuju?!

    Nah, bahan dan alat yang dibutkan untuk membuat “Keranjang Ajaib” ini adalah

    • keranjang plastik yang tepinya berlubang (maksudnya mempunyai rongga-rongga udara di sekelilingnya). Buat lubang-lubang kecil di bagian dasarnya sebagai rongga udara.
    • kardus bekas untuk menutup dasar, dan sisi-sisi keranjang.
    • sekam atau sabut kelapa. Sekam/sabut tersebut dimasukkan ke dalam kain berpori seperti kain untuk mengukus nasi dan bentuk seperti bantal sesuai ukuran dasar keranjang. Buat dua buah.
    • kompos yang sudah jadi 1/5 tinggi keranjang, untuk starter.
    • sampah dapur/sampah halaman yang sudah dipilah dan dipotong kecil-kecil.

    Cara membuatnya

    Sketsa Keranjang Takakura

    Sketsa Keranjang Takakura (klik untuk perbesar)

    • Masukkan kardus bekas di dasar dan sekeliling keranjang plastik.
    • Masukkan satu bantal sekam/sabut kelapa (dasar keranjang-kardus-bantal sekam).
    • Kemudian masukkan kompos yang sudah jadi.
    • Masukkan sampah organik yang telah dipilah dan dipotong kecil-kecil di atas kompos.
    • Aduk setiap penambahan sampah organik di hari berikutnya.

    Mudah kan? Oh ya, ada hal yang harus diingat. Sampah tulang, daging dan yang berbau menyengat tidak boleh dimasukkan dalam Keranjang Takakura, soalnya bisa bikin bau dan timbul lalat/belatung.

    Oke deh, selamat mencoba ya?!

     
    • dedi 10:29 pm on November 25, 2008 Permalink

      wah.. ide bagus nih…. kreatif…
      salam kenal ya…..

    • Edhi 11:48 pm on November 25, 2008 Permalink

      good morning it’s a great post, nice to meet you

    • irniaryani 7:39 am on November 26, 2008 Permalink

      Thanks’s… Sering2 mampir ya, ok? :-)

    • sinoraurus 9:05 am on Desember 3, 2008 Permalink

      wew,bisa dicoba nich,seep dah

    • irniaryani 10:32 pm on Desember 3, 2008 Permalink

      oke… cobain ya… gud luck!

    • irfan 11:21 pm on Desember 28, 2008 Permalink

      kirimin saya 1 ya neng..

    • irniaryani 7:26 am on Desember 30, 2008 Permalink

      kirimin apa nih? keranjang???

    • Rizal 9:49 am on Maret 7, 2009 Permalink

      sip boz……
      peduli lingkungan betul sampeyan….
      semua memang harus dimulai dari hal kecil..
      salut

    • irniaryani 1:24 pm on Maret 8, 2009 Permalink

      waduh… bukan peduli lingkungan sih, cuma memang sudah kewajiaban kita…. heheheh.

  • Lubang Resapan Biopori 

    irniaryani 9:12 am on November 5, 2008 Permalink | Balas
    Tag: banjir, Kompos, lubang resapan biopori, memperbaiki struktur tanah, mencegah banjir, teknologi lingkungan tepat guna

    Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.

    Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Saai ini banyak tempat yang dulunya tanah sudah berubah menjadi bangunan. Tanahnya tertutup semen, beton dan aspal. Air yang seharusnya bisa meresap ke dalam tanah, hanya tergenang.

    Mau ikut menangani banjir? (More …)

     
    • ryn 8:13 am on November 6, 2008 Permalink

      aduuuuhhhh… kangen banget sama mereka…

    • dean 8:16 am on November 6, 2008 Permalink

      ga nyambung lu…

    • R 1:52 pm on Desember 27, 2008 Permalink

      Daun yg dimasukkan yang gimana? Yg udah tua/kering ato boleh yang warnanya masih hijau?

    • irniaryani 7:57 am on Desember 28, 2008 Permalink

      Daun hijau atau yang sudah kering bisa saja. Tapi lebih baik daun kering…

  • Membuat Kompos dengan Metode Karung 

    irniaryani 8:25 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Kompos, , metode karung

    Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia? (More …)

     
    • ventin 2:18 pm on November 22, 2008 Permalink

      hai ryn…salam kenal

      artikelnya sangat menarik…kebetulan aya ingin sekali bikin kompos dr daun2 mangga yg menumpuk dihalaman rumah.

      bisa ga yah kalo karung diganti dg kantong plastik sampah soalnya ga memungkinkan kalo hrs nyari karung dit4 saya.

      kalo starternya (MOL) diganti stardec apa tahapan pembuatannya msh sama?? soalnya stardeckan bubuk…apa perlu ditambah cairan utk ndapetin kelembaban.

      thanks pencerahannya

    • irniaryani 7:51 am on November 23, 2008 Permalink

      Salam kenal juga, Ventin.
      Makasih ya sudah mampir.

      Sebenarnya penggunaan karung itu ada maksudnya. Diantaranya adalah agar ada sirkulasi udara dari rongga2/pori2 karung untuk suplai okasigen mikroorganisme. Jadi kali enggunakan kantung plastik tampaknya kurang mendukung kehidupan organisme mengingat kantong plastik itu sangat tertutup.
      Tapi tenag saja, masih banyak cara lain sederhana untuk membuat kompos.
      Mungkin saya akan kirim langsung saja ke email Ventin, atau saya jelaskan di blog ini saja. Insya Allah dalam minggu ini sudah dijawab..

      Oke, sering2 mampir ya?! :-)

    • irniaryani 7:55 am on November 23, 2008 Permalink

      Oh ya tentang MOL, bisa menggunakan apa saja yang mengandung bahan makanan mikroorganisme. Hanya yang saya jelaskan di atas adalah cara sederhana saja. Pemakaian MOL lain juga bisa kok, digunakan sesuai tata cara penggunaannya saja. Sip, sip!

    • nadi 2:45 pm on Januari 5, 2009 Permalink

      ryn said :
      Selain itu ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuat kompos yaitu:

      1. Daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak/minyak, ampas kelapa, sisa sayuran yang bersantan (menyebabkan munculnya belatung).
      2. Kotoran anjing & kucing (kemungkinan membawa penyakit).
      3. Tanaman yang berhama (hama dan bijinya masih terkandung dalam kompos jadi).
      4. Ranting, dahan, dan batang kayu yang tidak mudah hancur dalam kompos (mengundang rayap).
      =========

      yup, saya setuju poin 2, memang agak riskan jika digunakan sebagai bahan kompos.
      but, poin 1,3, dan 4 bisa tuh dikomposkan menggunakan komposter an-aerob seperti yang saya gunakan. Memang perlu waktu agak lama, karena mengandalkan proses alam.
      salam,

    • irniaryani 9:41 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      oke tambahannya… poin 1,3 dan 4 memang bisa dikomposkan dalam waktu yang agak lama. kita tahu bahwa kompos itu dapt dibuat denganbermacam2 metode. dari metode yang sederhana sampai dengan yang tingkat lanjut. nah, untuk metode ini, tidak dianjurkan memasukkan sampah2 tersebut. jenis sampah organik yang bisa dimasukkan tergantung pada komposternya juga.

      kalau Nadi ada kesempatan, boleh juga berbagi dengan kita tentang komposter anaerobnya disini…

    • Adie 3:55 pm on Februari 3, 2009 Permalink

      untuk langkah 9 itu dilakukan sampai kompos jadi atau sampai minggu ke berapa mbak?
      thanks infonya

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal