Updates from Februari, 2009 Hide threads | Tombol Pintas

  • Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman 

    irniaryani 8:44 pm on February 27, 2009 Permalink | Balas
    Tag: kantung plastik, kresek, , sampah

    Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh suatu polimer karbon bernama “plastik”.

    Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari barang-barang di kamar kita yang terbuat dari plastik. Sambil mandi, kita akan berterima kasih atas penemuan “gayung” plastik yang sangat berguna. Pada akhirnya badan kita pun dibalut pakaian trendi berbahan polyester. Bayangkan saat sarapan, belanja, masak, bikin tugas sekolah, menyiram tamanan, bahkan duduk pun kemungkinan Anda di atas kursi plastik. Tidak terbayang bukan berapa jenis dan banyaknya jumpah plastik yang terpakai?

    Tentunya semua plastik itu suatu saat akan disingkirkan ke tempat sampah. Berdasarkan penelitian saya tahun 2008 lalu, sebuah kota berkembang di Jawa Barat menimbulkan 1,13 ton/hari sampah plastik atau setara dengan 15,8% dari total sampah kota tersebut. Dan hanya kurang dari 3% yang selama ini didaur ulang oleh orang-orang hebat berinisiatif. Bayangkanlah, jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA selama sebulan, setahun, sedasawarsa… Ngeri ngga, tuh?

    Sampah platik yang jumlahnya besar itu, ternyata didominasi oleh 32,25% kantung plastik (kresek). Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik jenis lain dalam persentase yang lebih kecil. Fakta ini membawa kita pada suatu tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap sampah plastik terutama kantung plastik yang kerap menjadi favorit kita saat berbelanja. Kita sebagai pengguna, bertanggung jawab secara pribadi terhadap sampah yang kita buang. Meskipun sebenarnya produsen pun harusnya punya andil lebih besar. Pasti ada yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan hanya berkeluh kesah dan menyalahkan pemerintah karena tidak becus menangani masalah sampah.

    Mulai dari sekarang kurangilah penggunaan kantung plastik. Mungkin kita tidak bisa menerapkannya sekaligus tetapi secara bertahap. Mulailah membawa kantung/keranjang belanja sendiri dari bahan kain belacu, karung, kain bekas atau sebagainya. Kelihatannya sepele, bagaimana mungkin satu orang akan membuat dampak yang berarti. Percayalah, semua itikad baik akan dihargai dan diikuti pada akhirnya. Dan kantung plastik akan segera ketinggalan zaman, out of date

    Bagaimana menurutmu, teman?

     
  • Membuat Kompos Dalam Pot 

    irniaryani 7:07 pm on November 26, 2008 Permalink | Balas
    Tag: , metode pot

    Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.

    Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.

    Sesuai dengan namanya, cara ini membutuhkan pot. Pot yang dipakai paling tidak berdiameter 25 cm. Pota dapat terbuat dari bahan plastik atau pun gerabah. Yang penting, pada bagian dasar pot terdapat lubang-lubang kecil yangbberfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Jika pot tersebut tidak memiliki lubang, maka pembuatan lubang harus dibuat sendiri menggunakan bor atau alat lain.

    Alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:

    a)      Pot, dasarnya diberi lubang-lubang kecil.

    b)      Kerikil

    c)       Pasir

    d)      Kapur

    e)      Sampah organik yang telah dipilah, dibersihkan dan dicacah.

    f)       Tanah

    g)      Sekop kecil

    Cara pengerjaan:

    a)      Masukkan kerikil ± 4 cm ke dalam pot.

    b)      Masukkan pasir ± 3 cm pasir di atas kerikil.

    c)       Masukkan tanah 5 cm.

    d)       Masukkan sampah organik, jangan terlalu tebal.

    e)      Tutup dengan kapur dan kotoran ternak jika ada.

    f)       Tutup atasnya dengan tanah lagi.

    Mudah kan? Jika ingin menambahkan sampah lagi tinggal letakkan saja diatasnya dan ulangi langkah c sampai f. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai pot penuh. Jangan lupa, selama proses kompos berlangsung tanahnya harus dijaga agar kelembabannya tetap. Tidak boleh terlalu kering atau basah dan diaduk beberapa kali.

    Happy composting!

     
    • mofit 10:14 pm on Februari 17, 2009 Permalink

      berapa lama proses pengomposan hingga dapat digunakan sebagai kompos, makasih !

    • irniaryani 8:27 am on Februari 18, 2009 Permalink

      kurang lebih 3 sampai 5 minggu. dicek aja, apakah komposnya sudah matang ataubelum. ciri2 kompos matang antara lain warnanya seperti tanah, tidak ada lagi sisa sampah, suhunya normal (tidak panas) dan tidak berbau lagi…

    • mesin kompos 6:42 pm on Maret 20, 2009 Permalink

      salam kenal..
      info masin2 utk membuat kompos dpt diakses http://www.situsmesin.com/berita

      silahkan berkunjung yaa :) jangan lupa isi komentar :)

  • Keranjang ‘Ajaib’ Takakura 

    irniaryani 8:43 am on November 24, 2008 Permalink | Balas
    Tag: keranjang ajaib, keranjang takakura, , metode

    Hello!

    Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain metode karung, mungkin bisa mencoba yang ini.

    Keranjang Takakura

    Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.

    Keranjang Takakura punya beberapa kelebihan dibandingkan dengan komposter lain.

    1. Tidak bau dan mengundang lalat.
    2. Dapat ditempatkan didalam rumah (tapi sebaiknya nggak ditempatkan di ruang makan atau kamar tidur, ya…).
    3. Dapat digunakan selama beberapa minggu tanpa mengeluarkan isinya sampai dengan kompos matang. Dengan keranjang ajaib ini, komposter akan lebih lama penuh karena sampah organik cepat susut.
    4. Mudah, bersih dan  praktis.

    Untuk memulainya ita memang butuh ekstra modal untuk alat dan bahan. Tapi jangan khawatir, kalau kita reatif, semuanya akan jadi mudah. Setuju?!

    Nah, bahan dan alat yang dibutkan untuk membuat “Keranjang Ajaib” ini adalah

    • keranjang plastik yang tepinya berlubang (maksudnya mempunyai rongga-rongga udara di sekelilingnya). Buat lubang-lubang kecil di bagian dasarnya sebagai rongga udara.
    • kardus bekas untuk menutup dasar, dan sisi-sisi keranjang.
    • sekam atau sabut kelapa. Sekam/sabut tersebut dimasukkan ke dalam kain berpori seperti kain untuk mengukus nasi dan bentuk seperti bantal sesuai ukuran dasar keranjang. Buat dua buah.
    • kompos yang sudah jadi 1/5 tinggi keranjang, untuk starter.
    • sampah dapur/sampah halaman yang sudah dipilah dan dipotong kecil-kecil.

    Cara membuatnya

    Sketsa Keranjang Takakura

    Sketsa Keranjang Takakura (klik untuk perbesar)

    • Masukkan kardus bekas di dasar dan sekeliling keranjang plastik.
    • Masukkan satu bantal sekam/sabut kelapa (dasar keranjang-kardus-bantal sekam).
    • Kemudian masukkan kompos yang sudah jadi.
    • Masukkan sampah organik yang telah dipilah dan dipotong kecil-kecil di atas kompos.
    • Aduk setiap penambahan sampah organik di hari berikutnya.

    Mudah kan? Oh ya, ada hal yang harus diingat. Sampah tulang, daging dan yang berbau menyengat tidak boleh dimasukkan dalam Keranjang Takakura, soalnya bisa bikin bau dan timbul lalat/belatung.

    Oke deh, selamat mencoba ya?!

     
    • dedi 10:29 pm on November 25, 2008 Permalink

      wah.. ide bagus nih…. kreatif…
      salam kenal ya…..

    • Edhi 11:48 pm on November 25, 2008 Permalink

      good morning it’s a great post, nice to meet you

    • irniaryani 7:39 am on November 26, 2008 Permalink

      Thanks’s… Sering2 mampir ya, ok? :-)

    • sinoraurus 9:05 am on Desember 3, 2008 Permalink

      wew,bisa dicoba nich,seep dah

    • irniaryani 10:32 pm on Desember 3, 2008 Permalink

      oke… cobain ya… gud luck!

    • irfan 11:21 pm on Desember 28, 2008 Permalink

      kirimin saya 1 ya neng..

    • irniaryani 7:26 am on Desember 30, 2008 Permalink

      kirimin apa nih? keranjang???

    • Rizal 9:49 am on Maret 7, 2009 Permalink

      sip boz……
      peduli lingkungan betul sampeyan….
      semua memang harus dimulai dari hal kecil..
      salut

    • irniaryani 1:24 pm on Maret 8, 2009 Permalink

      waduh… bukan peduli lingkungan sih, cuma memang sudah kewajiaban kita…. heheheh.

  • Anak-anak Luar Biasa di Kaki Gunung 

    irniaryani 9:24 am on November 5, 2008 Permalink | Balas
    Tag: anak indonesia, Anak-anak, belajar daur ulang kertas, belajar kompos, belajar pemanasan global, Desa Wonotirto, Laskar Pelangi

    Tanggal 23 sampai dengan tanggal 26 Oktober 2008 lalu, saya pergi ke sebuah desa kecil di Kabupaten Kebumen, yaitu Desa Wonotirto. Desa ini terletak di kaki sebuah gunung di Jawa Tengah. Wono artinya adalah hutan, sedangkan tirto berarti air. Sehingga desa ini memiliki arti hutan tempat tersimpan air.

    Misi utama dari perjalan ini adalah untuk memfasilitasi anak-anak Desa Wonotirto untuk mempelajari  bahaya pemanasan global, pendaurulangan kertas dan pengomposan sampah sederhana. Saya diundang oleh Mbak Alit, staf watsan dari Plan International untuk menjadi salah seorang fasilitatornya. Ternyata sambutan masyarakat Wonotirto sangat antusias dan ramah.

    Anak-anak Wonotirto selesai membuat kompos

    Anak-anak Wonotirto selesai membuat kompos

    Diantara serba kekurangan yang dialami anak-anak desa, ternyata mereka punya semangat belajar yang besar. Saya jadi teringat novel karangan Andrea Hirata “Laskar Pelangi” tentang anak-anak Belitong yang berjuan untuk mengenyam pendidikan. Anak Desa Wonotirto tak kalah hebat. Mereka adalah anak-anak yang pandai meskipun pemalu layaknya anak desa.

    Anak-anak Desa Wonotirto

    Anak-anak Desa Wonotirto

    Saya sendiri kaget karena ada anak dengan umur lima tahun yang sudah duduk di bangku kelas 1 SD sudah pandai membaca, menulis bahkan berhitung. Kalau di kota sih, biasa saja. Tapi kalau di desa, ini adalah suatu hal yang tidak biasa. Diantara, puluhan anak yang mengikuti kegiatan ini, sebagian tinggal di daerah Trenggulun, berkilo-kilo meter dari Desa Wonotirto. Setiap hari mereka sekolah berjalan kaki. Beberapa anak yang duduk di bangku SMP dan SMA sampai kerumah hingga pukul 7 malam. Wow…

    Sayangnya, kunjunganku kesana hanya sebentar. Warga desa membuat saya rindu. Betapa tidak, saya dijamu masakan yang hommie, serasa makan di rumah sendiri. Sesaat aku akan pulang, anak-anak desa bertanya kapan mbak irni akan berkunjung lagi ke desanya. Bahkan ada yang meminta saya main ke rumahnya sebelum saya pulang. Terharu banget deh!

    Yaaa… mudah2an Desa Wonotirto semakin maju. Dengan generasi mudanya yang pandai-pandai, Desa Wonotirto dapat menjadi lebih baikdan lebih mandiri di masa yang akan datang. Oke deh, Mbak Alit, ajak-ajak saya lagi ya ke Kebumen?!!

     
  • Lubang Resapan Biopori 

    irniaryani 9:12 am on November 5, 2008 Permalink | Balas
    Tag: banjir, , lubang resapan biopori, memperbaiki struktur tanah, mencegah banjir, teknologi lingkungan tepat guna

    Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.

    Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Saai ini banyak tempat yang dulunya tanah sudah berubah menjadi bangunan. Tanahnya tertutup semen, beton dan aspal. Air yang seharusnya bisa meresap ke dalam tanah, hanya tergenang.

    Mau ikut menangani banjir? (More …)

     
    • ryn 8:13 am on November 6, 2008 Permalink

      aduuuuhhhh… kangen banget sama mereka…

    • dean 8:16 am on November 6, 2008 Permalink

      ga nyambung lu…

    • R 1:52 pm on Desember 27, 2008 Permalink

      Daun yg dimasukkan yang gimana? Yg udah tua/kering ato boleh yang warnanya masih hijau?

    • irniaryani 7:57 am on Desember 28, 2008 Permalink

      Daun hijau atau yang sudah kering bisa saja. Tapi lebih baik daun kering…

  • Jenis Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari 

    irniaryani 8:04 am on October 20, 2008 Permalink | Balas
    Tag: HDPE, Jenis plastik, LDPE, Plastik, Polysterene, PVC, Thermoplatik, Thermosett

    Saat ini plastik menjadi perbincangan hangat di seluruh penjuru bumi. Dari mulai bahannya yang sulit terurai sampai dengan racun yang dapat mengkontaminasi makanan atau minuman yang diwadahinya. Tapi sebenarnya plastik itu apa sih? Dan jenis-jenis plastik yang umum digunakan seperti apa? Berikut ini adalah cuplikan studi pustaka tugas akhir aku yang kemarin baru selesai tentang sampah plastik.

    Bahan plastik merupakan materi yang terbentuk dari berbagai macam polimer dengan komposisi kimia dan struktur fisik yang berbeda-beda (Staudinger, 1974). Polimer-polimer ini adalah senyawa karbon yang berikatan dengan unsur hidrogen, klorin, oksigen, nitrogen dan flourin. Polimer merupakan gabungan dari beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. Bila rantai tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak, menyerupai tumpukan jerami yang disebut amorf. Jika rantainya teratur hampir sejajar disebut kristalin dengan sifat yang lebih keras dan tegar (Syarief, dkk., 1989).

    Jenis plastik yang utama terdiri dari polimer-polimer berikut (Staudinger, 1974 dan Tchobanoglous, 1993).

    1. Thermoplastics

    Monomer thermoplastic membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk plastik thermoplastic yang mempunyai sifat meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu dan sifatnya dapat balik (reversible) kepada sifatnya yakni kembali mengeras bila didinginkan. Sifatnya yang dapat berubah bentuk pada perubahan suhu membuat plastik jenis ini dapat didaur ulang (Syarief, dkk., 1989). Berikut ini jenis-jenis thermoplastic (Staudinger, 1974).

    (a)       Polyethylene (PE)

    Terbentuk dari karbon dan hidrogen. Tersedia dengan berat jenis 0,91 sampai 0,96 g/cm3. Sifatnya relatif fleksibel sampai relatif kaku. Terdiri dari tiga bentuk yaitu yang berdensitas rendah LDPE (relatif fleksibel) dan berdensitas tinggi HDPE (relatif kaku) serta Polyetylene terephtalate (PET). PE digunakan untuk tas, karung, botol susu, botol pemutih, peralatan rumah tangga, krat,insulasi, tali plastik dan dudukan kabel telepon juga mainan anak-anak.

    Menurut Nurminah (2002), plastik yang dapat dicetak atau plastik yang berbeda warna (contohnya biru di luar dan perak di dalam) merupakan plastik kemasan makanan jenis LDPE . Kemasan ini dibentuk dari LDPE baik yang terdiri satu lapisan maupun dua lapisan (double layers).

    (b)      Polypropylene (PP)

    Seperti PE, akan tetapi bisa lebih kaku dari PE yang paling keras. Biasanya dipakai sebagai kemasan yang sangat transparan untuk makanan, keripik, kudapan, biskuit, krat, furniture (kursi), komponen mobil, dan beberapa jenis karpet.

    (c)       Polysterene (PS)

    Terdiri dari karbon dan hidrogen. Berbentuk seperti busa atau keras dengan tingkat transparansi tinggi dan berbunyi seperti logam bila dijatuhkan. Contohnya gelas minum restoran cepat saji, tempat menyimpan telur, kotak disket, toples dan sebagainya.

    (d)      Polyvinyl chloride (PVC)

    Dapat dibuat sesuai kebutuhan, mulai dari fleksibel sampai dengan kaku. Biasa digunakan untuk membuat pipa, botol, perekam gromophone, komponen pengolahan air bersih, jas hujan, sol sepatu, insulator kabel dan sebagainya.

    (e)   Lainnya

    Thermoplastic jenis ini tidak termasuk dalam jenis thermoplastic di atas. Produksi jenis ini lebih sedikit dibandingkan thermoplastic lainnya dan dibuat hanya untuk kebutuhan khusus. Plastik lainnya terdiri dari acrylonitrile-butadine-styrene (ABS), acrylics, acetal, nylon, polycarbonate, polytetrafluoro-ethylene (PTFE) dan polyester (Staudinger, 1974). Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi.

    2. Thermosett

    Monomer thermosett berbentuk tiga dimensi akibat polimerisasi berantai, akan terbentuk plastik thermosett dengan sifat tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversible). Bila sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan thermoset melainkan akan membentuk arang dan terurai karena sifatnya yang demikian sering digunakan sebagai tutup ketel dan asbak, seperti jenis-jenis melamine (Beck, 1970).

    Plastik thermosett mengandung resin yang terbuat dari phenol dan formaldehide (karbon, hidrogen, dan oksigen), urea dan formaldehyde, serta campuran formaldehyde dengan melamine. Biasanya digunakan untuk komponen elektronika, soket dan komponen lain (Staudinger, 1974). Plastik jenis termoset tidak begitu menarik dalam proses daur ulang karena selain sulit penanganannya (tidak bisa dilelehkan) juga volumenya jauh lebih sedikit dari volume jenis plastik yang bersifat thermoplastic (Moavenzadeh dan Taylor, 1995).

     
  • Kiprah KTT Bumi dari Rio Sampai Marrakesh 

    irniaryani 3:05 pm on October 17, 2008 Permalink | Balas
    Tag: Resensi, perubahan iklim, buku kompas, konvensi, Add new tag

    Data Buku

    Judul                     : Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim

    Sepuluh Tahun Perjalanan Konvensi Perubahan Iklim

    Sepuluh Tahun Perjalanan Konvensi Perubahan Iklim

    Penulis                 : Daniel Murdiyarso

    Penerbit              : Penerbit Buku Kompas

    Tahun                   : 2003

    Halaman              : xvii + 200 hlm.

    Ukuran buku      : 14 cm x 21 cm

    “Justru karena dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan generasi sekarang (atau terdahulu) akan mempengaruhi generasi yang akan datang, maka kelestarian ekosistem bumi harus dijaga dan dipertanggungjawabkan oleh generasi sekarang kerena perubahan iklim cenderung tidak pulih (irreversible) ke kondisi semula.”

    Jika Anda termasuk salah seorang yang bertanya-tanya bagaimana dan kapan perubahan iklim akan terjadi, buku ini layak Anda baca. Isu perubahan iklim tentunya banyak menimbulkan kontroversi baik di kalangan praktisi, politisi maupun akademisi. Dapat dibayangkan bagaimana bingungnya masyarakat awam mengenai isu ini. Apakah nantinya akan terjadi (More …)

     
  • Membuat Kompos dengan Metode Karung 

    irniaryani 8:25 am on October 15, 2008 Permalink | Balas
    Tag: , , metode karung

    Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia? (More …)

     
    • ventin 2:18 pm on November 22, 2008 Permalink

      hai ryn…salam kenal

      artikelnya sangat menarik…kebetulan aya ingin sekali bikin kompos dr daun2 mangga yg menumpuk dihalaman rumah.

      bisa ga yah kalo karung diganti dg kantong plastik sampah soalnya ga memungkinkan kalo hrs nyari karung dit4 saya.

      kalo starternya (MOL) diganti stardec apa tahapan pembuatannya msh sama?? soalnya stardeckan bubuk…apa perlu ditambah cairan utk ndapetin kelembaban.

      thanks pencerahannya

    • irniaryani 7:51 am on November 23, 2008 Permalink

      Salam kenal juga, Ventin.
      Makasih ya sudah mampir.

      Sebenarnya penggunaan karung itu ada maksudnya. Diantaranya adalah agar ada sirkulasi udara dari rongga2/pori2 karung untuk suplai okasigen mikroorganisme. Jadi kali enggunakan kantung plastik tampaknya kurang mendukung kehidupan organisme mengingat kantong plastik itu sangat tertutup.
      Tapi tenag saja, masih banyak cara lain sederhana untuk membuat kompos.
      Mungkin saya akan kirim langsung saja ke email Ventin, atau saya jelaskan di blog ini saja. Insya Allah dalam minggu ini sudah dijawab..

      Oke, sering2 mampir ya?! :-)

    • irniaryani 7:55 am on November 23, 2008 Permalink

      Oh ya tentang MOL, bisa menggunakan apa saja yang mengandung bahan makanan mikroorganisme. Hanya yang saya jelaskan di atas adalah cara sederhana saja. Pemakaian MOL lain juga bisa kok, digunakan sesuai tata cara penggunaannya saja. Sip, sip!

    • nadi 2:45 pm on Januari 5, 2009 Permalink

      ryn said :
      Selain itu ada bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuat kompos yaitu:

      1. Daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak/minyak, ampas kelapa, sisa sayuran yang bersantan (menyebabkan munculnya belatung).
      2. Kotoran anjing & kucing (kemungkinan membawa penyakit).
      3. Tanaman yang berhama (hama dan bijinya masih terkandung dalam kompos jadi).
      4. Ranting, dahan, dan batang kayu yang tidak mudah hancur dalam kompos (mengundang rayap).
      =========

      yup, saya setuju poin 2, memang agak riskan jika digunakan sebagai bahan kompos.
      but, poin 1,3, dan 4 bisa tuh dikomposkan menggunakan komposter an-aerob seperti yang saya gunakan. Memang perlu waktu agak lama, karena mengandalkan proses alam.
      salam,

    • irniaryani 9:41 pm on Januari 6, 2009 Permalink

      oke tambahannya… poin 1,3 dan 4 memang bisa dikomposkan dalam waktu yang agak lama. kita tahu bahwa kompos itu dapt dibuat denganbermacam2 metode. dari metode yang sederhana sampai dengan yang tingkat lanjut. nah, untuk metode ini, tidak dianjurkan memasukkan sampah2 tersebut. jenis sampah organik yang bisa dimasukkan tergantung pada komposternya juga.

      kalau Nadi ada kesempatan, boleh juga berbagi dengan kita tentang komposter anaerobnya disini…

    • Adie 3:55 pm on Februari 3, 2009 Permalink

      untuk langkah 9 itu dilakukan sampai kompos jadi atau sampai minggu ke berapa mbak?
      thanks infonya

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal