Arsip Kategori: Karir

Belajar dari Saudara Dekat

Belajar dari Saudara Dekat

Saat melihat-lihat kembali apa yang ada di My Document, ada pengalamanku yang boleh juga dipublish di sini. Meskipun sudah lama (tahun 2010) tapi masih bisa bermanfaat sebagai penambah pengetahuan. Sebelumnya artikel ini sudah pernah dimuat di buletin Proses (untuk kalangan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat).

Hari ini, Rabu (28/08) pukul 02.30 dini hari kami bertiga duduk menanti bis yang hendak mengantar kami ke Jakarta. Tujuan kami sebenarnya adalah Kota Pahlawan, Surabaya.

Misi utama dari perjalanan ini adalah untuk mempelajari kesusksesan Sanimas dari teman-teman kami di Satker PPLP Provinsi Jawa Timur. Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh Ibu Ima, Bapak Zazuri dan Bapak Sawali serta Bapak Basri dari Bina Ekonomi Sosial Terpadu (BEST) di Pintu Kedatangan Pelabuhan Udara Juanda, Surabaya. Rintik hujan terus menyertai hingga mobil yang kami tumpangi melesat menuju lokasi Sanimas pertama, Mojokerto.

Hujan baru saja reda ketika Kami tiba di gerbang masuk Kota Mojokerto. Di kota inilah lokasi Sanimas Margoratan berada. Sanimas yang merupakan MCK plus ++ ini, sudah dua tahun lamanya melayani warga sejak tahun 2008. Rombongan diterima oleh Ketua KSM yang mengelola Sanimas Margoratan.

Bangunan yang berdiri di tanah yang sangat subur, dengan luas lahan 50 m2 berkapasitas untuk penggunaan 350 orang per hari di Margoratan ini sangat indah dan rapi. Jelas terlihat bahwa bangunan ini sangat terawat dan terkelola dengan baik. Konsumen yang datang berasal dari lingkungan sekitar berjumlah 46 KK, dan semuanya memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Sanimas di lokasi ini terdiri dari bangunan atas berupa 6 toilet 2 kamar mandi dan 1 unit tempat cuci, serta bangunan bawah berupa septiktank komunal bersusun yang berfungsi sebagai IPAL. Melihat kondisi topografi lahan yang cenderung datar maka tidak ada perpipaan dari rumah-rumah penduduk yang memungkinkan untuk dibangun dan disambungkan ke IPAL tersebut.

Nilai tambah fasilitas ini adalah adanya konstruksi biogas digester yang memungkinkan dihasilkannya gas bahan bakar. Saat ini baru tiga rumah yang memanfaatkannya.

Lokasi kedua adalah Sanimas di Sidoarjo. Tak jauh berbeda dengan Di Mojokerto, Sanimas Cucung berbinar pun tampak luar biasa di Desa Janti, Kecamatan Waru. Semuanya sangat bersih dan mengkilap. Jauh dari kesan kumuh dan bau. Saat kami berkunjung kesana, suasana siang hari sedang sepi. Kami disambut operator sanimas yang sigap sedang berkutat memperbaiki penampung air yang bocor. Sanimas ini berada di bawah pengelolaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cucung Berbinar. Fasilitas sanimas tersebut menggunakan teknologi MCK plus ++ dan dijaga seorang operator bernama Djunaedi. Terdapat dua kampung yang dilayani, yaitu kampung Janti dan Kampung Cucung.

Sebelumnya warga sekitas melakukan aktivitas BAB di sungai. Beberapa sudah mempunyai jamban, tetapi saluran pembuangannya belum memenuhi standar. Dari 137 KK, hanya 25 KK yang memeliki jamban pribadi.Disebut MCK plus ++ memang karena terdapat tiga kelebihan. Pertama, pelayanan sanitasi untuk masyarakat, yaitu toilet, kamar mandi dan tempat cuci. Kedua menyediakan sarana air bersih dan ketiga ialah unit pengolahan limbah yang terintegrasi berada di bawah struktur MCK tersebut. Iuran untuk penggunaan fasilitas MCK plus ++ yang disepakati warga adalah Rp 500,00 untuk BAK atau BAB dan Rp 1.000,00 untuk cuci dan mandi. Setiap hari, setidaknya ada 50 sampai dengan 70 orang yang datang memanfaatkannya.

Ada banyak lagi yang menarik perhatian kami di Sidoarjo, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, fasilitas lengkap dengan hanggar yang besar untuk metoda pengomposan open windrow, dan pekerja yang sedang asik membutik. Sampah-sampah yang siap dipilah datang silih berganti menggunakan motor sampah. Pengemudinya datang sambil bersiul dan meminta kami untuk memoto mereka. Menyenangkan sekali.

Ternyata tingkat kebersihan dan pemahaman warga terhadap sanitasi meningkat seiring dengan pemanfaatan fasilitas sanimas. Kemudian atas berkat kerja sama dengan pemerintah, Borda dan BEST, dibangun pula fasilitas pengelolaan sampah pada tahun 2008 di lingkungan Janti. Namun pengelolaan fasilitas pengelolaan sampah tersebut dikelola oleh KSM yang berbeda, yaitu KSM Janti Berseri.

Sampah rumah tangga dikumpulkan dan pilah sesuai dengan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos. Sedanngkan sampah plasti dicacah dengan mesin hingga 16m3 per hari.

Jika fasilitas MCK plus ++ melayani sekitar 122 KK, fasilitas pengelolaan sampah ini melayani sekitar 800 KK. Termasuk didalamnya warga perumahan Makarya Binangun. Iuran yang disepakati adalah Rp 5.000,- sampai dengan Rp 7.000,- per bulan.KSM telah memperkerjakan dan melatih 9 orang operator untuk pengelolaan sampah.

Begitulah. Provinsi Jawa Timur ternyata sudah selangkah lebih maju dari pada Jawa Barat. Kita harus punya optimisme bahwa kita pun akan bisa seperti itu. Bahkan lebih maju lagi. Sayangnya, kunjungan PLP Diskimrum Jabar  ke Provinsi Jawa Timur hanya sebentar. Keramahtamahan dan kemajuan disana membuat saya rindu. Betapa tidak, kami diantar berkeliling ke pelosok, diberikan banyak sekali informasi dan ilmu yang bisa dicoba di Jawa Barat serta dijamu masakan yang hommie, serasa makan di rumah sendiri. Sesaat kami akan pulang, kami bertanya-tanya, kapan kami akan berkunjung lagi. Kota Blitar yang kabarnya memiliki  Sanimas yang sukses belum sempat kami sambangi. Di sisi lain, kami pun berharap Provinsi Jawa Barat dapat meningkatkan cakupan pelayanan sanitasinya melalui Sanimas dengan kesuksesan yang sama.

Perpisahan kami di Bandara Juanda, diiringi ucapan terima kasih yang tak tergambarkan. Selamat tinggal, Surabaya!

Do Something New… Don’t Worry Just Be Happy!

Do Something New… Don’t Worry Just Be Happy!

Tiga bulan sudah absen latihan aikido… Kerjaaaa melulu. Lembur ga karu2an. Memang ngaruh banget, badan jadi kaku semua plus rasanya berat badan bertambah. Pengen kembali melakukan gerakan2 ekstrim! (ga segitunya juga sih, wkwkwkwk…)

Untuk kembali latihan aikido lagi tampaknya butuh penyesuaian yang lebih. Ada perasaan kurang nyaman juga di dojo (bukan pengaruh siapa atau apa), perasaan dari kata hati aja. Entah kenapa setelah setahun kook rasanya kurang enjoy. Pengennya aku punya kegiatan yang bisa buat badan sehat, bisa membela diri tapi sekaligus bisa membuat hati senang. Maksudnya membuat hati senang itu adalah mengekspresikan diri dengan bebas dan buat kita hanyut didalamnya. Kalau kata Rene Suhardono (penulis Your Job is not Your Career), initnya adalah aku sedang mencari suatu hal yang tidak dapat aku untuk tidak melakukannya. It’s all about passion, katanya.

Sementara, setahun ini aku sering memperhatikan abi latihan capoeira. Sejak dia dia masih di tahap intro sampai dengan sekarang sudah menggunakan corda. Entah kenapa, penasaran dengan beladiri dari Brazil ini kok datangnya terlambat. Tiba2 aku jadi ingin mencoba Capoeira.

Banyak tanggapan dan sambutan di Senzala Indonesia Chapter Bandung. Cuma ternyata latihannya gampang2 susah ya? Au aja belum bisa. Heheheh… kata Abi sih, itu karena baru latihan 2 kali. Tapi semangat untuk terus latihan terus datang dari temen2. Seru deh…

Sekarang tinggal menikmati proses latihannya  saja. Semoga suatu saat bisa jadi sesuatu yang kubanggakan. Tapi yang terpenting adalah menemukan passion itu.

Don’t worry, just be happy.

proudly present… Apik Batik

proudly present… Apik Batik

Waw, batik akhir-akhir ini sedang ngeteren. Aku memang suka batik dan kali ini ga mau ketinggalan gayanya. Mmmm, kebetulan jiwa bisnis juga sedang berkobar. Akhirnya aku memutuskan untuk berbagi cantiknya batik lewat jualan.  Nama online toko yang kuusung adalah Apik Batik.

Apik Batik

Apik Batik

Untuk saat ini memang aku belum punya lokasi toko yang menetap. Sementara ini kujual ke teman, saudara, relasi dkk secara langsung maupun online. Rata-rata batik yang ada disini punya motif atau pun model yang jarang dimiliki orang lain, kecuali ada yang mencontek :-( . Hampir semua yang ada disini adalah hasil jahitan dan kreasi sendiri dan tukang jahitku.

Nah, mudah2an semuanya lancar dan bisa berkembang jadi bisnis yang benar2 barakah untukku dan keluargaku. Aamiin.

Hidup Batik Asli Indonesia!