Arsip Kategori: Ide-ide

proudly present… Apik Batik

proudly present… Apik Batik

Waw, batik akhir-akhir ini sedang ngeteren. Aku memang suka batik dan kali ini ga mau ketinggalan gayanya. Mmmm, kebetulan jiwa bisnis juga sedang berkobar. Akhirnya aku memutuskan untuk berbagi cantiknya batik lewat jualan.  Nama online toko yang kuusung adalah Apik Batik.

Apik Batik

Apik Batik

Untuk saat ini memang aku belum punya lokasi toko yang menetap. Sementara ini kujual ke teman, saudara, relasi dkk secara langsung maupun online. Rata-rata batik yang ada disini punya motif atau pun model yang jarang dimiliki orang lain, kecuali ada yang mencontek :-( . Hampir semua yang ada disini adalah hasil jahitan dan kreasi sendiri dan tukang jahitku.

Nah, mudah2an semuanya lancar dan bisa berkembang jadi bisnis yang benar2 barakah untukku dan keluargaku. Aamiin.

Hidup Batik Asli Indonesia!

Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman

Kantung Plastik Sudah Ketinggalan Zaman

Rasa-rasanya plastik telah menjadi bagian penting hidup kita. Manusia selalu menuntut kemudahan dalam segala aspek kehidupan. Yang dimaksud kemudahan itu antara lain kekuatan, fleksibilitas, massa yang ringan, tahan air, sarana promosi efektif serta pakai-langsung-buang dalam satu produk. Dan kemudahan tersebut disediakan oleh suatu polimer karbon bernama “plastik”.

Sejak bangun pagi kita mendapat ucapan selamat pagi dari barang-barang di kamar kita yang terbuat dari plastik. Sambil mandi, kita akan berterima kasih atas penemuan “gayung” plastik yang sangat berguna. Pada akhirnya badan kita pun dibalut pakaian trendi berbahan polyester. Bayangkan saat sarapan, belanja, masak, bikin tugas sekolah, menyiram tamanan, bahkan duduk pun kemungkinan Anda di atas kursi plastik. Tidak terbayang bukan berapa jenis dan banyaknya jumpah plastik yang terpakai?

Tentunya semua plastik itu suatu saat akan disingkirkan ke tempat sampah. Berdasarkan penelitian saya tahun 2008 lalu, sebuah kota berkembang di Jawa Barat menimbulkan 1,13 ton/hari sampah plastik atau setara dengan 15,8% dari total sampah kota tersebut. Dan hanya kurang dari 3% yang selama ini didaur ulang oleh orang-orang hebat berinisiatif. Bayangkanlah, jumlah sampah plastik yang masuk ke TPA selama sebulan, setahun, sedasawarsa… Ngeri ngga, tuh?

Sampah platik yang jumlahnya besar itu, ternyata didominasi oleh 32,25% kantung plastik (kresek). Sedangkan sisanya merupakan sampah plastik jenis lain dalam persentase yang lebih kecil. Fakta ini membawa kita pada suatu tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap sampah plastik terutama kantung plastik yang kerap menjadi favorit kita saat berbelanja. Kita sebagai pengguna, bertanggung jawab secara pribadi terhadap sampah yang kita buang. Meskipun sebenarnya produsen pun harusnya punya andil lebih besar. Pasti ada yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Jangan hanya berkeluh kesah dan menyalahkan pemerintah karena tidak becus menangani masalah sampah.

Mulai dari sekarang kurangilah penggunaan kantung plastik. Mungkin kita tidak bisa menerapkannya sekaligus tetapi secara bertahap. Mulailah membawa kantung/keranjang belanja sendiri dari bahan kain belacu, karung, kain bekas atau sebagainya. Kelihatannya sepele, bagaimana mungkin satu orang akan membuat dampak yang berarti. Percayalah, semua itikad baik akan dihargai dan diikuti pada akhirnya. Dan kantung plastik akan segera ketinggalan zaman, out of date

Bagaimana menurutmu, teman?

10 Alasan Aku (Mungkin Juga Kamu) Senang Blongging

10 Alasan Aku (Mungkin Juga Kamu) Senang Blongging

Blogging dari asal kata blog yang artinya situs pribadi sederhana dan akhiran –ing yang menunjukkan kegiatan sebagai kata benda (gerund). Dan sejak setahun lebih lalu, sama seperti jutaan peselancar dunia maya, aku mulai tergila-gila dengan aktivitas ini.

Blogging juka dikaitkan dengan kegaiatan menulis bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat. Ada yang bilang bahwa ‘menulis dapat menyelamatkan hidupmu’. Menulis memberi tempat untukmenyimpan kenangan, pengetahuan, pemikiran dan keinginan. Menulis juga dapat membantu menciptaan dan menciptakan kembali diri kita. Bagaimana, kamu setuju?

Nah, ada sepuluh alasan mengapa aku senang menulis di blog…

  1. Asyik, bisa curhat apa pun tentang hidup kita. Seringkali masalah kita terpecahkan berkat saran teman di seberang benua yang belum kita kenal di dunia nyata. Ini disebabkan oleh konektivitas dunia maya yang boundless.

  2. Bisa punya alamat maya pribadi, meskipun domainnya nebeng ke orang lain yang baik hati. Seperti pemilik WordPress ini… :-)

  3. Blog merupakan media untuk mengeksiskan dan menarsiskan diri secara gratis (kecuali tarif koneksi tentunya).

  4. Bisa pasang iklan jodoh untuk diri sendiri (sekali lagi, GRATIS!).

  5. Bisa komunikasi dan berbagi ide, teknologi, pengetahuan sacara interaktif dan efisien.

  6. Dapat menambah pengalaman bersosialisasi lewat chatting, shoutbox, komunitas blog, komentar de el el.

  7. It’s amusing to know that people keep on visiting your blog. Statistic rocks!

  8. Perasaan senang yang muncul kalau ada yang menaggapi tulisan kita secara positif.

  9. Bisa membunuh rasa bosan dengan berkarya.

  10. Oh ya, aku senang membaca blog milik orang lain yang isinya bagus, bermanfaat dan menghibur. Jadi aku juga ingin memiliki blog yang seperti itu.

So, simple. Bagaimana dengan kamu, apa alasanmu menulis di blog?

Membuat Kompos Dalam Pot

Membuat Kompos Dalam Pot

Setelah beberapa saat yang lalu menampilkan posting pembuatan kompos dengan metode karung dan keranjang takakura, posting kali ini akan membahas metode yang berbeda. Mudahnya, cara ini disebut metode pot.

Pada prinsipnya pembuatan kompos dengan metode pot mirip dengan kompos metode lain. Prosesnya tetap melibatkan aktivitas mikroorganisme secara aerobik yang memanfaatkan limbah padat organik sebagai sumber energi.

Sesuai dengan namanya, cara ini membutuhkan pot. Pot yang dipakai paling tidak berdiameter 25 cm. Pota dapat terbuat dari bahan plastik atau pun gerabah. Yang penting, pada bagian dasar pot terdapat lubang-lubang kecil yangbberfungsi sebagai tempat sirkulasi udara. Jika pot tersebut tidak memiliki lubang, maka pembuatan lubang harus dibuat sendiri menggunakan bor atau alat lain.

Alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain:

a)      Pot, dasarnya diberi lubang-lubang kecil.

b)      Kerikil

c)       Pasir

d)      Kapur

e)      Sampah organik yang telah dipilah, dibersihkan dan dicacah.

f)       Tanah

g)      Sekop kecil

Cara pengerjaan:

a)      Masukkan kerikil ± 4 cm ke dalam pot.

b)      Masukkan pasir ± 3 cm pasir di atas kerikil.

c)       Masukkan tanah 5 cm.

d)       Masukkan sampah organik, jangan terlalu tebal.

e)      Tutup dengan kapur dan kotoran ternak jika ada.

f)       Tutup atasnya dengan tanah lagi.

Mudah kan? Jika ingin menambahkan sampah lagi tinggal letakkan saja diatasnya dan ulangi langkah c sampai f. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai pot penuh. Jangan lupa, selama proses kompos berlangsung tanahnya harus dijaga agar kelembabannya tetap. Tidak boleh terlalu kering atau basah dan diaduk beberapa kali.

Happy composting!

Keranjang ‘Ajaib’ Takakura

Keranjang ‘Ajaib’ Takakura

Hello!

Ternyata kompos dapat sambutan lebih di blog ini. So, untuk beberapa orang bertanya bagaimana cara buat kompos sederhana selain metode karung, mungkin bisa mencoba yang ini.

Keranjang Takakura

Oke, yang ini adalah teknologi pembuatan kompos yang ditemukan Bapak Takaura dari Jepang. Metode ini diperoleh dari hasil penelitian, dan sudah diuji coba dengan hasil memuaskan.

Keranjang Takakura punya beberapa kelebihan dibandingkan dengan komposter lain.

  1. Tidak bau dan mengundang lalat.
  2. Dapat ditempatkan didalam rumah (tapi sebaiknya nggak ditempatkan di ruang makan atau kamar tidur, ya…).
  3. Dapat digunakan selama beberapa minggu tanpa mengeluarkan isinya sampai dengan kompos matang. Dengan keranjang ajaib ini, komposter akan lebih lama penuh karena sampah organik cepat susut.
  4. Mudah, bersih dan  praktis.

Untuk memulainya ita memang butuh ekstra modal untuk alat dan bahan. Tapi jangan khawatir, kalau kita reatif, semuanya akan jadi mudah. Setuju?!

Nah, bahan dan alat yang dibutkan untuk membuat “Keranjang Ajaib” ini adalah

  • keranjang plastik yang tepinya berlubang (maksudnya mempunyai rongga-rongga udara di sekelilingnya). Buat lubang-lubang kecil di bagian dasarnya sebagai rongga udara.
  • kardus bekas untuk menutup dasar, dan sisi-sisi keranjang.
  • sekam atau sabut kelapa. Sekam/sabut tersebut dimasukkan ke dalam kain berpori seperti kain untuk mengukus nasi dan bentuk seperti bantal sesuai ukuran dasar keranjang. Buat dua buah.
  • kompos yang sudah jadi 1/5 tinggi keranjang, untuk starter.
  • sampah dapur/sampah halaman yang sudah dipilah dan dipotong kecil-kecil.

Cara membuatnya

Sketsa Keranjang Takakura

Sketsa Keranjang Takakura (klik untuk perbesar)

  • Masukkan kardus bekas di dasar dan sekeliling keranjang plastik.
  • Masukkan satu bantal sekam/sabut kelapa (dasar keranjang-kardus-bantal sekam).
  • Kemudian masukkan kompos yang sudah jadi.
  • Masukkan sampah organik yang telah dipilah dan dipotong kecil-kecil di atas kompos.
  • Aduk setiap penambahan sampah organik di hari berikutnya.

Mudah kan? Oh ya, ada hal yang harus diingat. Sampah tulang, daging dan yang berbau menyengat tidak boleh dimasukkan dalam Keranjang Takakura, soalnya bisa bikin bau dan timbul lalat/belatung.

Oke deh, selamat mencoba ya?!

Lubang Resapan Biopori

Lubang Resapan Biopori

Ini dia bencana yang ada pada musim hujan: banjir, tanah longsor dan berkembangnya berbagai macam penyakit.

Nah, kita akan menbahas masalah banjir. Banjir disebabkan oleh meluapnya air yang ada di permukaan. Bisa jadi karena salurannya tersumbat atau debit air yang melaluinya terlampau besar. Banjir juga disebabkan semakin sedikitnya daerah resapan. Daerah resapan adalah daerah untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah. Saai ini banyak tempat yang dulunya tanah sudah berubah menjadi bangunan. Tanahnya tertutup semen, beton dan aspal. Air yang seharusnya bisa meresap ke dalam tanah, hanya tergenang.

Mau ikut menangani banjir? Read the rest of this entry

Membuat Kompos dengan Metode Karung

Membuat Kompos dengan Metode Karung

Pembakaran sampah menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim secara tidak langsung. Sampah plastik yang baru bisa hancur setelah 1000 tahun membuka mata kita, betapa barang itu mengandung bahaya potensial. Apa jadinya bumi ini bila plastik masih terus dikonsumsi dan mendominasi segala macam kebutuhan hidup manusia. Di Indonesia saja ada 300 juta kantong plastik yang dibuang setiap tahun. Berapa jumlah total di seluruh dunia? Read the rest of this entry