Category Archives: Catatan Harian

Mari menulis lagi

Standar

Cukup lama sampai saya sadar kalau saya punya sebuah blog yang terabaikan, hihihi.  Tiba2 tiba saya kangen menulis lagi. Sudah setahun lebih. Sebetulnya banyak yang terjadi selama itu. Mulai dari kelahiran Agni – bintang di surganya Allah  -, tumbuh kembangnya yang seru, kisah ribetnya pengen punya rumah pertama, hobby masak si  ibu baru dan buanyak.

Anyway, saat ini saya juga sedang sekolah lagi. Niatnya biar bisa bebas tugas dan lebih banyak waktu ngurusin Agni.. Tapi ternyata nggak begitu juga. Tugasnya banyak! Ditambah lagi ekonometrika yang harus ngulang dua kali, hihihi memalukan.

Ok,

ngantuk nih.

Sampai jumpa lagi!

Tentang Ayah..

Standar

Assalamualaykum Anakku…
Dalam lima bulan ini, bunda tak sempat menulis apapun di blog bunda karena disibukkan untuk memperhatikan pertumbuhanmu. Semoga sehat selalu ya, Nak..

Anakku.. Kau pasti bertanya-tanya, kemana ayah akhir-akhir ini. Mengapa ia tak lagi menyapamu di pagi hari dan bercengkrama denganmu di malam hari sesering dulu. Bunda merasakan rasa rindumu pada ayah. Tapi jangan marah kepada ayah ya, karena ayah sedang pergi bekerja untuk mengumpulkan uang persalinan kamu, cukup jauh sehingga bunda pun tidak bisa menyusulnya sekarang.

Anakku.. Ayah memang sedang jauh dari kita berdua, namun cintanya selalu ada untuk kita. Para ayah lain mungkin identik dengan tugas sebagai pencari nafkah saja di keluarganya, tidak begitu memikirkan bagaimana perkembangan dan merawat buah hati, semua tugas itu serahkan pada ibu. Tetapi ayahmu tidak seperti ayah yang lain. Ia sangat baik dan begitu perhatian pada bunda. Juga padamu, Nak. Sewaktu kau belum ada, ia sayang sekali dengan bunda. Setelah kau ada, rasa sayangnya makin bertambah. Ayah sangat setia menemani bunda memeriksakan kau ke dokter. Bahkan ayah juga rela mengantar bunda latihan yoga untuk persiapan persalinanmu. Ketika bunda sedang mengalami morning sickness yang cukup parah, ayah selalu ada menemani bunda, memberikan semangat, memotivasi bunda untuk makan dan mengingatkan bunda supaya bersabar.
Anakku.. Ayah sangat sayang padamu. Setiap pagi ia mencium perut bunda, menciummu. Setiap selesai shalat, ayah selalu berdoa, mendoakan bunda dan kamu. Ayah berharap kamu bisa lahir dengan sehat, sempurna, lancar dan bahagia. Ayah mohon kepada Allah supaya kau menjadi anak yang sholeh/ sholeha.

Ayah dan Bunda
Anakku.. Mengapa bunda menulis ini untukmu? Kau pasti bertanya-tanya. Bunda ingin kau selalu sayang kepada ayah, apapun yang terjadi meskipun ketika besar nanti kau merasa tidak sepaham dengannya. Ketahuilah bahwa ayahmu sudah melakukan semua yang terbaik yang bisa diupayakannya untuk kebahagianmu, bahkan sejak engkau belum hadir ke dunia. Maka, doakanlah selalu ayah, berbaiksangkalah kepadanya, menatapnya dengan penuh rasa cinta dan bahagiakanlah ia sampai kapanpun. Penuhilah harapan-harapannya yang mulia.

Anakku.. Jangan lupa pula untuk mendoakan bunda ya. Karena rasa cinta ayah dan bunda kepadamu sama besarnya.

Kami sayang ayah.. :*
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Momen Penting Penikahan yang Wajib Didokumentasikan

Standar

Hellooo…. Saat ini aku lagi ngurusin dokumentasi untuk pernikahanku nanti. Untuk dokumentasi ini aku percayakan kepada Garasi Photography. Soalnya dokumentasi itu penting, kesan yang tertinggal dari pernikahan adalah dalam dokumentasi. Nah, untuk memastikan tidak ada momen yang terlewati, aku membuat daftar momen penting yang harus ada dalam album kami dan diserahkan kepada fotografer. Daftar ini diambil dari kompas.com dengan penyesuaian di sana-sisi. Isinya mencakup still foto dan candid.

Saat Persiapan

  1.  Persiapan Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
  2. Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.
  3. Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.
  4. Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.
  5. Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.
  6. Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.
  7. Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain kebaya.
  8. Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.
  9. Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.
  10. Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
  11. Pengantin putri bersama para pengiringnya. Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.
  12. Foto close-up dari cincin kawin.
  13. Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
  14. Pengantin pria bersama para pengiringnya. Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.
Saat Akad
  1. Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi akad.
  2. Upacara perkawinan Bagian interior atau eksterior dari lokasi akad sebelum tamu tiba.
  3. Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi akad nikah.
  4. Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi akad nikah.
  5. Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat akad.
  6. Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.
  7. Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.
  8. Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.
  9. Wide shot tempat akad dari sudut pandang tamu.
  10. Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.
  11. Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.
  12. Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.

Sungkem, cium, dan peluk

  1. Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.
  2. Kedua pengantin saling mencium pipi.
  3. Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.
  4. Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.
  5. Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.

Sebelum resepsi

  1. Pengantin pria dan wanita berdiri bersama. Pengantin wanita dengan orangtua.
  2. Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.
  3. Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.
  4. Pengantin pria dengan orangtua.
  5. Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.
  6. Pengantin pria dengan seluruh keluarga.
  7. Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.
  8. Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.
  9. Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.
  10. Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.
  11. Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.
  12. Kedua pengantin dengan seluruh panitia.

Resepsi

  1. Bagian eksterior maupun interior dari tempat resepsi.
  2. Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng (bila ada).
  3. Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.
  4. Kedua pengantin tiba.
  5. Ekspresi para tamu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.
  6. Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.
  7. Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.
  8. Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.
  9. Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.
  10. Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.
  11. Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.
  12. Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.
Selamat mempersiapkan pernikahan!!!! :)

Now, I’m a Capoerista. *horaaayyy!

Standar

Setelah kurang lebih 9 bulan, akhirnya tepat tanggal 26 Februari kemarin aku resmi dilahirkan menjadi seorang capoerista! (Udah basi sih… Hahahaahaa, tapi rasanya penting juga untuk dipublish, karena sudah lama nongkrong di draft :p)

Pekan lalu memang sangat menyibukkan. Dimulai kami, tim Bandung menjadi penitia Batizado & Troca capoeira Senzala Indonesia 2011 sampai dengan harus menjalani ritual itu sendiri. Semua semangat, semua senang dan semua lelah. Sampai-sampai hari ini pun aku minta cuti karena badan serasa remuk redam *piuuuuhh….

Ngomong2 soal remuk redam, workshop di acara batizado kemarin berkesan banget. Workshop kami diisi oleh 3 orang Contra Mestre dan 1 orang Professor dari luar negeri. Mereka adalah CM. Pedro Gatuno, CM. Rodrigo, CM. Itapua Beiramar dan Prof. Parabolica. Masing2 masing punya karakter mengajar yang unik. CM. Itapua bikin badanku rasanya sekarang sulit digerakkan. Rasanya kemarin kami latihan 3 kali lebih berat dari polimetrik biasa.. Tapi dia bener2 keren abis!!!!

Tapi yang paling penting dari itu semua, akhirnya aku punya Cordao, semacam sabuk tingkata dalam Capoeira. Warnanya putih, alias pemula, xixixii.. It’s ok, masih banyak waktu untuk berlatih giat. Meskipun aku sekarang sudah tidak bisa lagi latihan bareng Abi karena dia pindah ke Serang :(. Namun bukan halangan.. Semangaaaatt!

 

I’m Getting Married!!!! [AWWWW....]

Standar

Sekian lama tidak berbagi cerita yang bersemangat, kali ini aku bagi berita bahagia. Seperti judul post kali ini, aku akan menikah!!! *heheheheee* So excited.

Memang lamarannya sudah lama sih, sejak sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Tapi tanggal pernikahannya baru di tetapkan setelah lebaran. Insya Allah, kami berdua akan mengikat cinta dalam ridha Allah swt tanggal 3 Desember 2011 nanti.

Persiapan kami sampai dengan saat ini ditulis… Mmm…. Aku juga belum bisa memastikannya. Mungkin baru 25%. Hehe, sebagai calon pengantin aku terbilang sangaaaaaattttt santai. Males mikir persiapan ini itu, padahal punya banyak keinginan!!! Santai banget sebetulnya ngga juga, karena bawaannya menjadi sangat emosional, seneweeeen. Secara, aku ga ngapa2in, tapi senewen.. Itu cukup tidak masuk akal tapi benar2 terjadi.

:D Oiya, ternyata menuju hari aku akan menjadi pengantin itu bikin bersemangat ya? Tapi perlu diingat juga, kalau kita harus lebih berhati2 dengan semangat yang meluap-luap. Karena aku mengalami pertengkaran hebat juga dengan Abi karena memperdebatkan sesuatu akibat perfeksionis. Intinya adalah, kita harus bisa menahan diri dan mengurangi percikan2 konflik yang muncul. Untuk itu kami memutuskan untuk memingit diri kami sendiri, supaya tidak bertemu sementara waktu atau bertemu pada waktu2 yang penting saja. Hitung2 untuk membuat kami menjadi lebih kangen satu sama lain.. *cuitwiiiiiw!*

Semoga kami menjadi keluarga bahagia dan senantiasa diberkahi oleh Allah swt. Sampai jumpa di posting berikutnya.. :))

Posted with WordPress for BlackBerry.

Do Something New… Don’t Worry Just Be Happy!

Standar

Tiga bulan sudah absen latihan aikido… Kerjaaaa melulu. Lembur ga karu2an. Memang ngaruh banget, badan jadi kaku semua plus rasanya berat badan bertambah. Pengen kembali melakukan gerakan2 ekstrim! (ga segitunya juga sih, wkwkwkwk…)

Untuk kembali latihan aikido lagi tampaknya butuh penyesuaian yang lebih. Ada perasaan kurang nyaman juga di dojo (bukan pengaruh siapa atau apa), perasaan dari kata hati aja. Entah kenapa setelah setahun kook rasanya kurang enjoy. Pengennya aku punya kegiatan yang bisa buat badan sehat, bisa membela diri tapi sekaligus bisa membuat hati senang. Maksudnya membuat hati senang itu adalah mengekspresikan diri dengan bebas dan buat kita hanyut didalamnya. Kalau kata Rene Suhardono (penulis Your Job is not Your Career), initnya adalah aku sedang mencari suatu hal yang tidak dapat aku untuk tidak melakukannya. It’s all about passion, katanya.

Sementara, setahun ini aku sering memperhatikan abi latihan capoeira. Sejak dia dia masih di tahap intro sampai dengan sekarang sudah menggunakan corda. Entah kenapa, penasaran dengan beladiri dari Brazil ini kok datangnya terlambat. Tiba2 aku jadi ingin mencoba Capoeira.

Banyak tanggapan dan sambutan di Senzala Indonesia Chapter Bandung. Cuma ternyata latihannya gampang2 susah ya? Au aja belum bisa. Heheheh… kata Abi sih, itu karena baru latihan 2 kali. Tapi semangat untuk terus latihan terus datang dari temen2. Seru deh…

Sekarang tinggal menikmati proses latihannya  saja. Semoga suatu saat bisa jadi sesuatu yang kubanggakan. Tapi yang terpenting adalah menemukan passion itu.

Don’t worry, just be happy.

10 Alasan Aku (Mungkin Juga Kamu) Senang Blongging

Standar

Blogging dari asal kata blog yang artinya situs pribadi sederhana dan akhiran –ing yang menunjukkan kegiatan sebagai kata benda (gerund). Dan sejak setahun lebih lalu, sama seperti jutaan peselancar dunia maya, aku mulai tergila-gila dengan aktivitas ini.

Blogging juka dikaitkan dengan kegaiatan menulis bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat. Ada yang bilang bahwa ‘menulis dapat menyelamatkan hidupmu’. Menulis memberi tempat untukmenyimpan kenangan, pengetahuan, pemikiran dan keinginan. Menulis juga dapat membantu menciptaan dan menciptakan kembali diri kita. Bagaimana, kamu setuju?

Nah, ada sepuluh alasan mengapa aku senang menulis di blog…

  1. Asyik, bisa curhat apa pun tentang hidup kita. Seringkali masalah kita terpecahkan berkat saran teman di seberang benua yang belum kita kenal di dunia nyata. Ini disebabkan oleh konektivitas dunia maya yang boundless.

  2. Bisa punya alamat maya pribadi, meskipun domainnya nebeng ke orang lain yang baik hati. Seperti pemilik WordPress ini… :-)

  3. Blog merupakan media untuk mengeksiskan dan menarsiskan diri secara gratis (kecuali tarif koneksi tentunya).

  4. Bisa pasang iklan jodoh untuk diri sendiri (sekali lagi, GRATIS!).

  5. Bisa komunikasi dan berbagi ide, teknologi, pengetahuan sacara interaktif dan efisien.

  6. Dapat menambah pengalaman bersosialisasi lewat chatting, shoutbox, komunitas blog, komentar de el el.

  7. It’s amusing to know that people keep on visiting your blog. Statistic rocks!

  8. Perasaan senang yang muncul kalau ada yang menaggapi tulisan kita secara positif.

  9. Bisa membunuh rasa bosan dengan berkarya.

  10. Oh ya, aku senang membaca blog milik orang lain yang isinya bagus, bermanfaat dan menghibur. Jadi aku juga ingin memiliki blog yang seperti itu.

So, simple. Bagaimana dengan kamu, apa alasanmu menulis di blog?