Momen Penting Penikahan yang Wajib Didokumentasikan

Momen Penting Penikahan yang Wajib Didokumentasikan

Hellooo…. Saat ini aku lagi ngurusin dokumentasi untuk pernikahanku nanti. Untuk dokumentasi ini aku percayakan kepada Garasi Photography. Soalnya dokumentasi itu penting, kesan yang tertinggal dari pernikahan adalah dalam dokumentasi. Nah, untuk memastikan tidak ada momen yang terlewati, aku membuat daftar momen penting yang harus ada dalam album kami dan diserahkan kepada fotografer. Daftar ini diambil dari kompas.com dengan penyesuaian di sana-sisi. Isinya mencakup still foto dan candid.

Saat Persiapan

  1.  Persiapan Pengantin wanita saat menjalani rias wajah dan rambut.
  2. Gaun pengantin atau jas yang digantung di hanger, dihamparkan di ranjang, atau menjuntai di sandaran kursi.
  3. Still life shots dari sepatu, perhiasan, dasi, dan pernik lainnya.
  4. Detail foto dari buket bunga pengantin wanita dan pengirinya.
  5. Foto candid saat pengiring pengantin mengenakan pakaiannya.
  6. Ibu membantu mengancingkan gaun atau kebaya pengantin.
  7. Ibu membantu merapikan pakaian pengantin, seperti veil gaun pengantin atau lipatan kain kebaya.
  8. Foto seluruh badan dari pengantin yang sudah mengenakan gaun atau kebayanya sambil berkaca di cermin.
  9. Ayah menatap pengantin putri dalam gaun atau kebayanya.
  10. Pengantin putri bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
  11. Pengantin putri bersama para pengiringnya. Pengantin pria bersiap bersama ayah dan pengiringnya.
  12. Foto close-up dari cincin kawin.
  13. Pengantin pria bersama orangtua dan saudara-saudaranya.
  14. Pengantin pria bersama para pengiringnya. Pengantin pria merapikan dasi atau kancing jas atau beskapnya.
Saat Akad
  1. Kedua pengantin secara terpisah berangkat menuju lokasi akad.
  2. Upacara perkawinan Bagian interior atau eksterior dari lokasi akad sebelum tamu tiba.
  3. Kedua pengantin menunggu untuk memasuki lokasi akad nikah.
  4. Ekspresi kedua pengantin secara close-up saat memasuki lokasi akad nikah.
  5. Kedua orangtua pengantin berjalan memasuki tempat akad.
  6. Orangtua dan keluarga pengantin menempati tempat duduk masing-masing.
  7. Kedua pengantin duduk di tempat yang sudah disediakan.
  8. Ekspresi kedua orangtua pengantin saat upacara berlangsung.
  9. Wide shot tempat akad dari sudut pandang tamu.
  10. Wide shot tamu, dari sudut pandang pasangan pengantin.
  11. Momen khusus seperti saat pengantin pria mengucapkan ijab kabul.
  12. Close-up tangan pengantin pria dan wanita saat bertukar cincin.

Sungkem, cium, dan peluk

  1. Kedua pengantin sungkem kepada kedua orangtua untuk meminta restu.
  2. Kedua pengantin saling mencium pipi.
  3. Ekspresi close-up dari kedua pengantin setelah sah menjadi suami-istri.
  4. Kedua pengantin berpelukan dengan keluarga dan teman-teman.
  5. Kedua pengantin berjalan keluar dari tempat upacara.

Sebelum resepsi

  1. Pengantin pria dan wanita berdiri bersama. Pengantin wanita dengan orangtua.
  2. Pengantin wanita dengan saudara-saudaranya.
  3. Pengantin wanita dengan seluruh keluarga.
  4. Pengantin pria dengan orangtua.
  5. Pengantin pria dengan saudara-saudaranya.
  6. Pengantin pria dengan seluruh keluarga.
  7. Kedua pengantin dengan orangtua pengantin wanita.
  8. Kedua pengantin dengan orangtua pengantin pria.
  9. Kedua pengantin dengan kedua orangtua pengantin.
  10. Kedua pengantin dengan seluruh anggota keluarga.
  11. Kedua pengantin dengan para pengiring pengantin.
  12. Kedua pengantin dengan seluruh panitia.

Resepsi

  1. Bagian eksterior maupun interior dari tempat resepsi.
  2. Still-life shots dari bunga, menu, dekorasi, table setting, kue pengantin, tumpeng (bila ada).
  3. Tamu-tamu tiba, dan menandatangani buku tamu.
  4. Kedua pengantin tiba.
  5. Ekspresi para tamu menyaksikan kehadiran kedua pengantin.
  6. Kedua pengantin saling bertegur sapa dengan tamu.
  7. Kedua pengantin menerima salam dari para tamu.
  8. Ekspresi close-up dari kedua pengantin saat menyambut tamu.
  9. Shot dari MC atau pengisi acara tengah tampil.
  10. Kedua pengantin memotong kue pengantin atau tumpeng.
  11. Kedua pengantin keluar dari tempat resepsi.
  12. Mobil pengantin, serta saat kedua pengantin memasuki mobil.
Selamat mempersiapkan pernikahan!!!! :)

Now, I’m a Capoerista. *horaaayyy!

Now, I’m a Capoerista. *horaaayyy!

Setelah kurang lebih 9 bulan, akhirnya tepat tanggal 26 Februari kemarin aku resmi dilahirkan menjadi seorang capoerista! (Udah basi sih… Hahahaahaa, tapi rasanya penting juga untuk dipublish, karena sudah lama nongkrong di draft :p)

Pekan lalu memang sangat menyibukkan. Dimulai kami, tim Bandung menjadi penitia Batizado & Troca capoeira Senzala Indonesia 2011 sampai dengan harus menjalani ritual itu sendiri. Semua semangat, semua senang dan semua lelah. Sampai-sampai hari ini pun aku minta cuti karena badan serasa remuk redam *piuuuuhh….

Ngomong2 soal remuk redam, workshop di acara batizado kemarin berkesan banget. Workshop kami diisi oleh 3 orang Contra Mestre dan 1 orang Professor dari luar negeri. Mereka adalah CM. Pedro Gatuno, CM. Rodrigo, CM. Itapua Beiramar dan Prof. Parabolica. Masing2 masing punya karakter mengajar yang unik. CM. Itapua bikin badanku rasanya sekarang sulit digerakkan. Rasanya kemarin kami latihan 3 kali lebih berat dari polimetrik biasa.. Tapi dia bener2 keren abis!!!!

Tapi yang paling penting dari itu semua, akhirnya aku punya Cordao, semacam sabuk tingkata dalam Capoeira. Warnanya putih, alias pemula, xixixii.. It’s ok, masih banyak waktu untuk berlatih giat. Meskipun aku sekarang sudah tidak bisa lagi latihan bareng Abi karena dia pindah ke Serang :( . Namun bukan halangan.. Semangaaaatt!

 

I’m Getting Married!!!! [AWWWW....]

I’m Getting Married!!!! [AWWWW....]

Sekian lama tidak berbagi cerita yang bersemangat, kali ini aku bagi berita bahagia. Seperti judul post kali ini, aku akan menikah!!! *heheheheee* So excited.

Memang lamarannya sudah lama sih, sejak sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Tapi tanggal pernikahannya baru di tetapkan setelah lebaran. Insya Allah, kami berdua akan mengikat cinta dalam ridha Allah swt tanggal 3 Desember 2011 nanti.

Persiapan kami sampai dengan saat ini ditulis… Mmm…. Aku juga belum bisa memastikannya. Mungkin baru 25%. Hehe, sebagai calon pengantin aku terbilang sangaaaaaattttt santai. Males mikir persiapan ini itu, padahal punya banyak keinginan!!! Santai banget sebetulnya ngga juga, karena bawaannya menjadi sangat emosional, seneweeeen. Secara, aku ga ngapa2in, tapi senewen.. Itu cukup tidak masuk akal tapi benar2 terjadi.
:D Oiya, ternyata menuju hari aku akan menjadi pengantin itu bikin bersemangat ya? Tapi perlu diingat juga, kalau kita harus lebih berhati2 dengan semangat yang meluap-luap. Karena aku mengalami pertengkaran hebat juga dengan Abi karena memperdebatkan sesuatu akibat perfeksionis. Intinya adalah, kita harus bisa menahan diri dan mengurangi percikan2 konflik yang muncul. Untuk itu kami memutuskan untuk memingit diri kami sendiri, supaya tidak bertemu sementara waktu atau bertemu pada waktu2 yang penting saja. Hitung2 untuk membuat kami menjadi lebih kangen satu sama lain.. *cuitwiiiiiw!*

Semoga kami menjadi keluarga bahagia dan senantiasa diberkahi oleh Allah swt. Sampai jumpa di posting berikutnya.. :) )

Posted with WordPress for BlackBerry.

Belajar dari Saudara Dekat

Belajar dari Saudara Dekat

Saat melihat-lihat kembali apa yang ada di My Document, ada pengalamanku yang boleh juga dipublish di sini. Meskipun sudah lama (tahun 2010) tapi masih bisa bermanfaat sebagai penambah pengetahuan. Sebelumnya artikel ini sudah pernah dimuat di buletin Proses (untuk kalangan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat).

Hari ini, Rabu (28/08) pukul 02.30 dini hari kami bertiga duduk menanti bis yang hendak mengantar kami ke Jakarta. Tujuan kami sebenarnya adalah Kota Pahlawan, Surabaya.

Misi utama dari perjalanan ini adalah untuk mempelajari kesusksesan Sanimas dari teman-teman kami di Satker PPLP Provinsi Jawa Timur. Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh Ibu Ima, Bapak Zazuri dan Bapak Sawali serta Bapak Basri dari Bina Ekonomi Sosial Terpadu (BEST) di Pintu Kedatangan Pelabuhan Udara Juanda, Surabaya. Rintik hujan terus menyertai hingga mobil yang kami tumpangi melesat menuju lokasi Sanimas pertama, Mojokerto.

Hujan baru saja reda ketika Kami tiba di gerbang masuk Kota Mojokerto. Di kota inilah lokasi Sanimas Margoratan berada. Sanimas yang merupakan MCK plus ++ ini, sudah dua tahun lamanya melayani warga sejak tahun 2008. Rombongan diterima oleh Ketua KSM yang mengelola Sanimas Margoratan.

Bangunan yang berdiri di tanah yang sangat subur, dengan luas lahan 50 m2 berkapasitas untuk penggunaan 350 orang per hari di Margoratan ini sangat indah dan rapi. Jelas terlihat bahwa bangunan ini sangat terawat dan terkelola dengan baik. Konsumen yang datang berasal dari lingkungan sekitar berjumlah 46 KK, dan semuanya memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Sanimas di lokasi ini terdiri dari bangunan atas berupa 6 toilet 2 kamar mandi dan 1 unit tempat cuci, serta bangunan bawah berupa septiktank komunal bersusun yang berfungsi sebagai IPAL. Melihat kondisi topografi lahan yang cenderung datar maka tidak ada perpipaan dari rumah-rumah penduduk yang memungkinkan untuk dibangun dan disambungkan ke IPAL tersebut.

Nilai tambah fasilitas ini adalah adanya konstruksi biogas digester yang memungkinkan dihasilkannya gas bahan bakar. Saat ini baru tiga rumah yang memanfaatkannya.

Lokasi kedua adalah Sanimas di Sidoarjo. Tak jauh berbeda dengan Di Mojokerto, Sanimas Cucung berbinar pun tampak luar biasa di Desa Janti, Kecamatan Waru. Semuanya sangat bersih dan mengkilap. Jauh dari kesan kumuh dan bau. Saat kami berkunjung kesana, suasana siang hari sedang sepi. Kami disambut operator sanimas yang sigap sedang berkutat memperbaiki penampung air yang bocor. Sanimas ini berada di bawah pengelolaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cucung Berbinar. Fasilitas sanimas tersebut menggunakan teknologi MCK plus ++ dan dijaga seorang operator bernama Djunaedi. Terdapat dua kampung yang dilayani, yaitu kampung Janti dan Kampung Cucung.

Sebelumnya warga sekitas melakukan aktivitas BAB di sungai. Beberapa sudah mempunyai jamban, tetapi saluran pembuangannya belum memenuhi standar. Dari 137 KK, hanya 25 KK yang memeliki jamban pribadi.Disebut MCK plus ++ memang karena terdapat tiga kelebihan. Pertama, pelayanan sanitasi untuk masyarakat, yaitu toilet, kamar mandi dan tempat cuci. Kedua menyediakan sarana air bersih dan ketiga ialah unit pengolahan limbah yang terintegrasi berada di bawah struktur MCK tersebut. Iuran untuk penggunaan fasilitas MCK plus ++ yang disepakati warga adalah Rp 500,00 untuk BAK atau BAB dan Rp 1.000,00 untuk cuci dan mandi. Setiap hari, setidaknya ada 50 sampai dengan 70 orang yang datang memanfaatkannya.

Ada banyak lagi yang menarik perhatian kami di Sidoarjo, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, fasilitas lengkap dengan hanggar yang besar untuk metoda pengomposan open windrow, dan pekerja yang sedang asik membutik. Sampah-sampah yang siap dipilah datang silih berganti menggunakan motor sampah. Pengemudinya datang sambil bersiul dan meminta kami untuk memoto mereka. Menyenangkan sekali.

Ternyata tingkat kebersihan dan pemahaman warga terhadap sanitasi meningkat seiring dengan pemanfaatan fasilitas sanimas. Kemudian atas berkat kerja sama dengan pemerintah, Borda dan BEST, dibangun pula fasilitas pengelolaan sampah pada tahun 2008 di lingkungan Janti. Namun pengelolaan fasilitas pengelolaan sampah tersebut dikelola oleh KSM yang berbeda, yaitu KSM Janti Berseri.

Sampah rumah tangga dikumpulkan dan pilah sesuai dengan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi kompos. Sedanngkan sampah plasti dicacah dengan mesin hingga 16m3 per hari.

Jika fasilitas MCK plus ++ melayani sekitar 122 KK, fasilitas pengelolaan sampah ini melayani sekitar 800 KK. Termasuk didalamnya warga perumahan Makarya Binangun. Iuran yang disepakati adalah Rp 5.000,- sampai dengan Rp 7.000,- per bulan.KSM telah memperkerjakan dan melatih 9 orang operator untuk pengelolaan sampah.

Begitulah. Provinsi Jawa Timur ternyata sudah selangkah lebih maju dari pada Jawa Barat. Kita harus punya optimisme bahwa kita pun akan bisa seperti itu. Bahkan lebih maju lagi. Sayangnya, kunjungan PLP Diskimrum Jabar  ke Provinsi Jawa Timur hanya sebentar. Keramahtamahan dan kemajuan disana membuat saya rindu. Betapa tidak, kami diantar berkeliling ke pelosok, diberikan banyak sekali informasi dan ilmu yang bisa dicoba di Jawa Barat serta dijamu masakan yang hommie, serasa makan di rumah sendiri. Sesaat kami akan pulang, kami bertanya-tanya, kapan kami akan berkunjung lagi. Kota Blitar yang kabarnya memiliki  Sanimas yang sukses belum sempat kami sambangi. Di sisi lain, kami pun berharap Provinsi Jawa Barat dapat meningkatkan cakupan pelayanan sanitasinya melalui Sanimas dengan kesuksesan yang sama.

Perpisahan kami di Bandara Juanda, diiringi ucapan terima kasih yang tak tergambarkan. Selamat tinggal, Surabaya!

cough??

cough??

untuk kesekian kalinya aku mengalami batuk. Kok sering amat ya? Dua bulan yg lalu aku baru sembuh dari penyakit ini. Apakah karena perubahan cuaxa yang tidak menentu?
Wah ribet juga, untuk aku yg super duper sibuk dan penuh aktivitas ini. Jaga kondisi itu penting sekali. Mudah2an teman2 semua dalam keadaan sehat dan berenergi.
Sehat itu ternyata sangat mahal saat ini.
Keep healthy!!! :)

2010 in review

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!.

Crunchy numbers

Featured image

A helper monkey made this abstract painting, inspired by your stats.

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 9,400 times in 2010. That’s about 23 full 747s.

In 2010, there were 7 new posts, growing the total archive of this blog to 45 posts. There were 18 pictures uploaded, taking up a total of 7mb. That’s about 2 pictures per month.

The busiest day of the year was May 9th with 55 views. The most popular post that day was Kutipan Orang Ternama.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were google.co.id, search.conduit.com, forum.detik.com, kaskus.us, and id.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for kutipan, selamat pagi, cara membuat kompos sederhana, radang mata, and berat jenis plastik.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Kutipan Orang Ternama October 2008
2 comments

2

Membuat Kompos dengan Metode Karung October 2008
7 comments

3

Jenis Plastik dalam Kehidupan Sehari-hari October 2008
1 comment

4

Lokasi Jajanan di Jakarta dan Bandung October 2008
5 comments

5

Keranjang ‘Ajaib’ Takakura November 2008
10 comments

Ada Asap, Ada Api

Ada Asap, Ada Api

SETIAP TAHUN 100.000 ANAK MATI KARENA DIARE

Di Indonesia, dari setiap seribu bayi yang lahir, hampir 50 diantaranya mati sebelum menginjak usia lima tahun. Menurut Departemen Kesehatan, diare merupakan salah satu penyebab utamanya.

Diare terjadi bila perut kita terinfeksi mikroba yang dibawa tinja. Tidak heran jika kasus ini banyak muncul di permukiman yang memiliki sarana sanitasi terbatas. Diare juga banyak menimpa orang-orang yang tidak memperdulikan perilaku hidup bersih dan sehat. Contoh, orang yang tidak mencuci tangannya dengan sabun setelah buang air besar. Anda peenah melihat anak kecil sedang buang air besar di selokan? Itulah contoh lain dari perilaku yang menyebabkan seratus ribu anak mati setiap tahunnya.

SETIAP TAHUN HANYA 200 RUPIAH PER ORANG

Dalam 30 tahun terakhir,pemerintah hanya menyediakan sekitar 820 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk sektor sanitasi. Artinya, hanya ada 200 rupiah setahunnya untuk setiap penduduk Indonesia. Jumlah yang sangat sedikit mengingat kebutuhan dana sebenarnya 47 ribu Rupiah per orang per tahunnya!

Anggaran pemerintah untuksektor sanitasi memang sangatlah minim. Apabila kita bandingkan dengan anggaran sektor air bersih yang besarnya lebih dari 6 miliar dollar AS utnuk periode yang sama. Padahal untuk urusan kesehatan masyarakat, kedua sektor tersebut memiliki saling ketergantungan yang erat.

Apakah jumlah anggaran sektor sanitasi yang kecil itu menjadi penyebab dari tingginya angka kematian anak balita tersebut? Menurutku, mungkin ya, mungkin juga tidak.

Bagaimana menurutmu?

(diambil dari “Ini Bukan Lagi Urusan Pribadi”, Water Sanitation Program 2006)